17 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Israel Gempur Gaza, 6 Orang Tewas Termasuk Perempuan Hamil dan Bayinya

...

  • KUMPARAN.com
  • 05 May 2019 19:15 WIB

Asap membubung menyusul serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina. Foto: REUTERS / Suhaib Salem
Asap membubung menyusul serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina. Foto: REUTERS / Suhaib Salem

Konflik lintas perbatasan antara Palestina dan Israel di jalur Gaza kembali memanas. Setelah Hamas --organisasi Islam Palestina menembakkan lebih dari 250 roket ke kota-kota dan desa Israel pada Sabtu (4/5), Israel melancarkan serangan balasan dengan tembakan dari tank dan serangan udara yang menewaskan empat warga Palestina.

Seketika Gaza porak-poranda. Warga yang saat itu tengah disibukkan dengan aktivitas membeli bahan makanan untuk menyambut Ramadhan pecah oleh serangan dan ledakan. Total enam orang tewas, dua di antaranya tentara Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan tiga dari enam korban tewas itu adalah bayi Palestina berusia 14 bulan dan ibunya yang sedang mengandung. "Pesawat Israel menembakkan rudal di dekat rumah dan pecahan peluru memasuki rumah, menghantam bayi kami yang malang," kata kerabat ibu dari bayi itu, Ibtessam Abu Arar, dilansir Reuters.

Kendati demikian, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, membantah pihaknya telah membunuh perempuan dan bayi Palestina. Adraee justru menuding serangan udara itu merupakan serangan Hamas yang salah sasaran karena gagal mendarat di tanah Israel.

"Menurut indikasi, bayi dan ibunya tewas sebagai akibat dari serangan Palestina, dan bukan sebagai akibat dari serangan Israel," katanya di Twitter, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Diberitakan Associated Press, Militer Israel telah menyerang peluncur roket, terowongan, lokasi pelatihan, gudang penyimpanan, dan gudang-gudang Hamas di Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Hamas harus membayar "harga mahal" untuk serangan roketnya terhadap Israel.

Salah satu serangan udara turut menghantam bangunan komersial dan perumahan enam lantai yang menampung Kantor berita Turki, Anadolu Agency. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menyebutnya sebagai "contoh baru agresi Israel yang tidak terkendali."

Jonathan Rieck, direktur ruang gawat darurat di Pusat Medis Barzilai di Ashkelon, mengatakan mereka telah merawat sekitar 80 orang, sebagian besar karena gejala syok, tetapi beberapa dengan luka di badan, termasuk seorang pria lanjut usia yang berada dalam kondisi kritis akibat cedera kepala.

Penulis: Marcia Audita.[]Sumberkumparan.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.