31 March 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Istri dan Dua Eksekutor Bunuh Hakim Jamaluddin, Ini Kronologinya

...

  • KUMPARAN.com
  • 08 January 2020 14:30 WIB

Tersangka kasus pembunuhan Jamaluddin Hakim Pengadilan Negeri Medan, Zuraida Hanum, di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020). Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Tersangka kasus pembunuhan Jamaluddin Hakim Pengadilan Negeri Medan, Zuraida Hanum, di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020). Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Polisi memastikan istri hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum (41), sebagai otak pembunuhan suaminya. Zuraida dibantu dua eksekutor yakni Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29) untuk mengeksekusi pembunuhan suaminya.

Zuraida telah merencanakan pembunuhan tersebut bersama selingkuhannya, Jefri. 

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin, Rabu, 8 Januari 2020, membeberkan kronologi dan cara Zuraida beserta dua eksekutor membunuh Jamaluddin.

Berikut kronologinya:

Kamis (28/11)

Pukul 19.00 WIB

Jefri dan Reza dijemput dengan mobi Toyota Camry BK 78 ZH oleh Zuraida Hanum di Pasar Johor, Medan, menuju rumah korban dan langsung masuk garasi, kondisi garasi terbuka. Jefri dan Reza langsung masuk ke dalam rumah menuju lantai 3.

Pukul 20.00 WIB

Zuraida naik ke lantai 3 membawakan air mineral untuk Jefri dan Reza.

Pukul 21.00 WIB

Zuraida naik lagi ke lantai 3 untuk melihat Jefri dan Reza.

Jumat (29/11)

Pukul 01.00 WIB

- Zuraida naik ke lantai 3 dan memberi petunjuk kepada Jefri dan Reza untuk turun dan menuju kamar korban. Di dalam kamar, korban memakai sarung dan tidak memakai baju, dan Kanza (anak Zuraida dan Jamaluddin yang berusia 7 tahun) sedang tidur. Posisi Zuraida di tengah, di antara Kanza dan Jamaluddin.

- Reza mengambil kain dari pinggir kasur korban kemudian berjalan dan berdiri tepat di hadapan kepala Jamaluddin dengan kedua tangan sudah memegang kain untuk melakukan pembekapan di bagian hidung dan mulut Jamaluddin.

- Jefri naik ke atas kasur, berdiri tepat di atas korban dan memegang kedua tangan korban di samping kanan dan kiri badan korban.

- Zuraida berbaring di samping kiri korban sambil menindih kaki korban dengan kedua kakinya dan menenangkan Kanza yang terbangun untuk tidur kembali pada saat eksekusi berlangsung.

- Setelah korban tidak bergerak, Jefri dan Reza mengecek bagian perut apakah ada pergerakan tanda bernapas. Setelah yakin korban sudah meninggal dunia, Zuraida memerintah Jefri dan Reza untuk kembali menunggu di lantai 3.

Pukul 03.00 WIB

- Zuraida naik ke lantai 3 memanggil Jefri dan Reza untuk turun ke kamar korban.

- Jefri, Reza, dan Zuraida berdiskusi menentukan tempat pembuangan mayat dan akan dibuang di Berastagi. Mereka memakaikan baju dan perlengkapan korban. Jefri dan Reza memakaikan baju lengan panjang olahraga PN Medan warna hijau dengan posisi didudukkan, sedangkan Zuraida memakaikan celana panjang hijau olahraga PN Medan. Reza memakaikan kaos kaki korban.

- Jefri, Reza, dan Zuraida mengangkat mayat korban turun ke lantai 1 dan memasukkan ke dalam mobil korban Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD melewati pintu kanan belakang dengan posisi berbaring di kursi baris kedua dengan kepala di sebelah kanan.

- Jefri menyetir mobil korban dan Reza duduk di sebelah kiri depan sementara Zuraida membuka dan menutup pintu garasi.

Kemudian mobil berjalan melalui rute:

1. Ke luar rumah korban berbelok ke kanan menuju Jalan Aswad

2. Belok kiri menuju Jl Eka Warni

3. Belok Kanan menuju Jl Karya Wisata

4. Belok kiri menuju Jl AH Nasution

5. Melewati fly over Ginting

6. Menuju jl Ngumben Surbakti

7. belok kiri melewati simpang pemuda menuju jl setiabudi

8. belok kanan menuju jl Stella Raya

9.Sekitar 300 meter sebelum rumah orang tuanya di Jl Silangge No 4 untuk mengambil motor Honda Vario hitam BK 5898 AET dan kembali menghampiri mobil Land Cruiser Prado. Mobil menuju arah Berastagi.

Pukul 06.30 WIB

Sesampainya di lokasi pembuangan, menurut pengakuan Jefri dan Reza, Reza yang mengendarai sepeda motor melihat ada jurang dan berhenti. Kemudian Jefri yang melihat Reza berhenti, langsung menuju ke pinggir jurang dan lompat dari mobil Land Cruiser Prado dalam kondisi mobil menyala persneling pada posisi D.

Kemudian mobil Land Cruiser Prado BK 77 HD berjalan secara automatis masuk ke dalam jurang kebun sawit.

Jefri langsung naik ke sepeda motor Reza, karena ketakutan apabila ada yang melihat kejadian tersebut. Jefri dan Reza langsung bergerak meninggalkan lokasi tanpa melihat bagaimana kondisi mobil korban melalui Jalan Namorih.

Penulis/reporter: Nur Khafifah/Rahmat Utomo.[]Sumberkumparan.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.