31 March 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Perkara Korupsi Proyek Jalan Lingkar
Jaksa Eksekusi Mantan Kadis PU Lhokseumawe ke Lapas

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 28 November 2017 17:25 WIB

T. Zahedi (Pondi) saat dibawa oleh jaksa dari Kejari ke Lapas Lhokseumawe. @Sirajul Munir/portalsatu.com
T. Zahedi (Pondi) saat dibawa oleh jaksa dari Kejari ke Lapas Lhokseumawe. @Sirajul Munir/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Jaksa mengeksekusi mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lhokseumawe, T. Zahedi, dan eks-Pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Huzaiva ke Lembaga Pemasyarakatan setempat, Selasa, 28 November 2017. Sedangkan Ridwan, mantan PPTK Dinas PU Lhokseumawe belum dieksekusi karena masih berada di Banda Aceh.

T. Zahedi alias Pondi, Ridwan dan Huzaiva kini menjadi terpidana korupsi perkara proyek Jalan Lingkar Ujong Blang-Alue Kala, Lhokseumawe senilai Rp2 miliar bersumber dari APBA tahun 2011 dengan nilai kerugian negara mencapai Rp268 juta lebih. Ketiganya menjadi terpidana karena Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak permohonan kasasi mereka. Hal itu diputuskan MA dalam putusan nomor 1422 K/PID-SUS/2015, yang ditetapkan oleh Ketua Majelis Hakim, Dr. Artidjo Alkostar, dan Anggota Majelis Hakim, M.S. Lumne, S.H., dan Prof. Dr. Krisna Harahap, S.H., M.H., dalam rapat musyawarah di Gedung MA, 13 Januari 2016.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Saiful Amri, S.H., kepada portalsatu.com, mengatakan, pihaknya menerima salinan putusan MA itu, Senin, 27 November 2017. Dengan ditolaknya permohonan kasasi itu, maka MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi/Tipikor Banda Aceh yang menerima permohonan banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketua Majelis Hakim, Chaidir, S.H., M.H., dan Hakim Anggota, Muzaini Achmad, S.H., M.H., dan Sunardi, S.H., pada Pengadilan Tinggi Banda Aceh, 16 Desember 2014, memutuskan bahwa ketiga terdakwa masing-masing dihukum 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) penjara, dan membayar denda masing-masing Rp50 juta subsider (pengganti denda) 2 bulan masa kurungan.

Vonis Pengadilan Tinggi Banda Aceh tersebut lebih tinggi dibandingkan putusan Pengadilan Tipikor Banda Aceh yang dibacakan pada 12 Agustus 2014. Yakni, untuk terdakwa T. Zahedi 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan; terdakwa Huzaiva dan Ridwan masing-masing 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan.  

Amatan portalsatu.com, T. Zahedi alias Pondi mengenakan jaket biru dongker dan celana krem datang ke Kejari Lhokseumawe, sekitar pukul 11.50 WIB. Kadis PU yang menjabat sampai Agustus 2014 itu ditemani istrinya kemudian melangkah keluar dari Ruangan Pidsus Kejari menuju mobil Avanza hitam. Pondi lantas dibawa ke Lapas oleh Kasi Pidsus, Saiful Amri, dan staf Kejari, Al-Muhajir, S.H. Mereka tiba di Lapas Lhokseumawe, sekitar pukul 12.00 WIB.

Menjawab portalsatu.com, Pondi mengaku sehat dan siap menjalani hukuman. "Nanti saya akan bicarakan dengan pengacara langkah hukum apa ke depannya," kata Pondi saat akan memasuki ruangan depan Lapas.

Sementara itu, Kasi Pidsus, Saiful Amri mengatakan, setelah menerima salinan putusan MA, kemarin (Senin), pihaknya langsung memberitahukan kepada ketiga terpidana untuk datang ke Kejari Lhkseumawe, hari ini (Selasa).

“Huzaiva kita eksekusi tadi pagi. Kemudian T. Zahedi hadir ke kejaksaan, sekitar pukul 11.50 WIB, langsung kita antar ke Lapas. Sedangkan Ridwan mengaku masih berada di Banda Aceh dan akan tiba di Lhokseumawe sore nanti, dan akan kita eksekusi hari ini," kata Saiful Amri.

Saiful menjelaskan, sebelumnya dalam perkara itu, MA juga menolak permohonan kasasi dua terdakwa lainnya sehingga juga sudah menjadi terpidana. Keduanya dihukum masing-masing 4 tahun penjara, dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Yaitu, Masna Rima Yanti, Direktris CV. Masrifai Teknik, rekanan pelaksana, dan Effendi, Direktur CV. Bifefa Raya, konsultan pengawas proyek itu, yang sudah dieksekusi ke Lapas pada tahun 2016.

Menurut Saiful, seorang terdakwa lainnya dalam perkara itu, Ferizal selaku supervisor konsultan tidak mengajukan banding, sehingga setelah divonis oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh menjadi terpidana. Dia dihukum 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Kata Saiful, Ferizal sudah dieksekusi ke Lapas Banda Aceh pada 5 September 2014.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.