18 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


JASA: Sejarah Aceh Tidak Bisa Dipisahkan dari Anak Kombatan

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 04 December 2018 21:30 WIB

Murhalim bersama Muzakir Manaf (Mualem) saat peringatan Milad ke42 di Samudera Pase, Aceh Utara. @istimewa
Murhalim bersama Muzakir Manaf (Mualem) saat peringatan Milad ke42 di Samudera Pase, Aceh Utara. @istimewa

LHOKSUKON - Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) mengajak anak-anak mantan pejuang Aceh merdeka (aneuk syuhada) untuk selalu mengingat Milad GAM yang diperingati setiap 4 Desember. Momen tersebut guna mengenang jasa para syuhada yang telah gugur memperjuangkan keadilan danmarwah bangsa di Aceh. 

"Hari ini, bumoe Seramoe Mekkah kembali gegap gempita menyambut Milad GAM ke-42 (4 Desember 1976 - 4 Desember 2018). Tepat 42 tahun lalu, sejarah mencatat Aceh berjuang agar bisa berdiri di atas kaki sendiri, untuk mengelola alam dan hukum yang sesuai syariah Islam," ujar Humas JASA, Murhalim kepada portalsatu.comdalam keterangan tertulis via WhatsApp, Selasa, 4 Desember 2018.

Murhalim menyebutkan, perjuangan yang sarat makna ini merupakan bagian dari semangat untuk menyatakan bahwa, bangsa Aceh adalah bangsa yang punya citra dan marwah sendiri yang harus diperjuangkan segenap jiwa. 

"Fenomona sejarah ini tidak boleh hilang dan dipisahkan dari kita, terkhusus anak kombatan. Karena di dalam tubuh anak kombatan juga mengalir darah-darah pejuang," kata Murhalim. 

Selain itu, lanjutnya, generasi selanjutnya juga perlu diingatkan agar tidak melupakan jasa para pejuang Aceh Merdeka yang diproklamatori oleh PYM Hasan Muhammad Di Tiro. "Beliau telah berjuang untuk Aceh dengan membangkitkan semangat dan gairah memperjuangkan Aceh Merdeka, sehingga doktrinisasi tersebut melekat dalam benak hati masyarakat Aceh hingga bersedia mengorbankan nyawa dan hartanya, terjun ke dalam peperangan demi mewujudkan cita-cita mulia, dengan harapan Aceh beu tuedong daulat dan merdeka di ateuh tanoh ie droe," beber Mursalin. 

Selaku anak syuhada, JASA berharap pimpinan GAM dan para kombatan untuk membimbing mereka yang tersebar di segala penjuru wilayah Aceh, sehingga mereka menjadi generasi yang berkualitas.

"Semakin hari tantangan semakin berat, maka perlu adanya pendidikan yang mumpuni agar kami bisa bersaing secara dialektika dan logika berfikir era globalisasi. Kalau seandainya kami harus terus berjuang, kami akan berjuang secara narasi politik karena berjuang secara senjata sudah kita tuntaskan 13 tahun silam," pungkas Murhalim yang turut serta mengikuti Milad di D-4 Tgk. Chik di Tunong Samudera Pase, bersama Panglima Pusat H. Muzakir Manaf (Mualem), Panglima Muda D-4 M Jhony, serta Ketua DPRK Aceh Utara, Ismail A Jalil (Ayahwa).[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.