20 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Aceh Utara
Jhony KPA Sebut Anggotanya Laporkan Kasus Ini ke Polres

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 12 March 2019 15:40 WIB

M. Jhony. Foto dok. Istimewa
M. Jhony. Foto dok. Istimewa

LHOKSUKON - Panglima KPA D-IV Chik Di Tunong wilayah Pase, M. Jhony, mengatakan tiga anggotanya disergap sekelompok orang di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Senin, 11 Maret 2019, sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut Jhony, anggotanya sudah membuat laporan ke Polres Aceh Utara terkait kasus tersebut.

“Hari ini kita tidak berbicara dulu masalah pengrusakan APK (alat peraga kampanye). Hari ini yang terjadi di atas kita Partai Aceh, semalam ada sekelompok orang menyergap anggota GAM kita di jalan. Terkait persoalan itu, kita menempuh jalur hukum karena kita menghargai hukum. Itu sudah kita laporkan secara resmi ke Polres Aceh Utara pukul 15.00 WIB tadi (Senin),” ujar M. Jhony yang juga Jubir KPA wilayah Pase kepada portalsatu.com, Senin malam. 

Jhony menyebutkan, laporan ke Polres Aceh Utara itu langsung dibuat oleh tiga anggotanya yang menjadi korban, yaitu W dan dua rekannya, didampingi penasihat hukum Partai Aceh Hidayatul Akbar, Sekretaris DPW Partai Aceh Ismail A. Rahman alias Linued dan Ketua DPS Partai Aceh Kecamatan Lhoksukon Syamsuddin JS.

“Di sini saya tidak berbicara atas nama partai, tapi saya berbicara atas nama pimpinan GAM D-IV. Saya tidak terima perbuatan mereka yang dilakukan terhadap anggota GAM pada pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Apabila anggota GAM yang disergap semalam adalah pengrusak APK, saya perlu bukti, mana buktinya. Jika tidak ada bukti, maka mereka harus bertanggung jawab secara hukum,” ucap Jhony.

Jhony menyebutkan, APK Partai Aceh di berbagai pelosok kecamatan juga ada yang dirusak oleh pihak tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Jhony menyesalkan jika selama ini ada anggapan bahwa pengrusakan APK parpol lain pelakunya seolah-olah dari Partai Aceh.

“Hari ini di berbagai kecamatan, APK Partai Aceh juga dirusak. Kami dari Partai Aceh siapa yang harus kami tuduh. Jika APK mereka rusak yang dituduh Partai Aceh, maka saat APK Partai Aceh dirusak, partai mana yang harus kami tuduh,” kata Jhony.

Jhony menambahkan, “Kita ini negara hukum. Jadi tidak boleh partai 'A' memvonis partai tertentu saat APK-nya rusak, saya rasa itu salah. Jika pun mereka anggap benar, silakan (laporkan), kan ada panwas (Panwaslih). Hari ini kami fokus dengan perlakuan sekelompok orang terhadap rekan-rekan kami dari GAM, kami lebih fokus ke situ. Maka kami menempuh jalur hukum,” pungkas Jhony. 

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah, dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 12 Maret 2019, menyebutkan, kemarin (Senin) memang ada laporan masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Utara. Pelapor atas nama Irwandi R, warga Gampong Lhok Sentang, Kecamatan Lhoksukon. Sementara terlapor bernisial M.

"Laporan yang masuk itu atas kasus pengancaman, tapi tidak ada penyebutan dari unsur Partai Aceh atau partai lainnya. Pelapornya hanya satu orang. Kita masih melakukan penyelidikan terkait laporan itu untuk melihat duduk perkaranya ke mana," pungkas Iptu Rezky.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.