10 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jokowi-Ma'ruf Amin Mendaftar di KPU, Ucapkan Selamat Kepada Prabowo-Sandi

...

  • PORTALSATU
  • 10 August 2018 11:30 WIB

Bakal capres Jokowi menyampaikan pidato politik didampingi bacawapres Maruf Amin dan para ketua umum parpol pendukung di Gedung Joang, Jakarta, Jumat (10/08). @ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Bakal capres Jokowi menyampaikan pidato politik didampingi bacawapres Maruf Amin dan para ketua umum parpol pendukung di Gedung Joang, Jakarta, Jumat (10/08). @ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi mendaftar sebagai bakal capres dan cawapres Pilpres 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KUP), Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Jokowi turut menyampaikan ucapan selamat kepada Prabowo yang berduet dengan Sandi.

Dilansir bbc.com, Jokowi dan Ma'ruf Amin secara simbolis menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran kepada petugas di ruangan utama Kantor KPU, sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan yang berjalan sekitar 15 menit dan menyatakan bahwa dokumen pendaftaran dinyatakan "sudah lengkap".

Keduanya didampingi para ketua umum partai politik yang menjadi pendukungnya. Di antaranya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Setelah itu, Jokowi dalam keterangan pers, mengajak semua rakyat Indonesia untuk menjadikan proses Pemilu 2019 sebagai perayaan kegembiraan dalam berdemokrasi.

"Demokrasi bukan perang, permusuhan, tapi ajang adu gagasan, ide, rekam jejak, serta prestasi," kata Presiden.

Dia juga memberikan ucapan selamat kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bacawapres, Sandiaga Uno.

“Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno adalah putra terbaik. Beliau sama dengan saya, ingin berjuang untuk kemajuan bangsa..." kata Jokowi.

Berangkat dari Gedong Joang 45

Sebelum ke KPU, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin bertemu dengan pimpinan partai politik pendukungnya di Gedong Joang 45 di kawasan Menteng, Jakarta.

Di gedung bersejarah itu, massa pendukungnya kemudian menyambut kedatangan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan bacaan salawat dengan diiringi gendang serta tari-tarian tradisional.

Para pemimpin politik yang bergabung dalam koalisi Jokowi ikut pula menyambut pasangan bakal capres dan cawapres.

Jokowi mengenakan kemeja putih dengan motif gambar yang bertuliskan "Bersih Merakyat Kerja Nyata" di dadanya, sementara Ma'ruf Amin mengenakan kopiah hitam dan bersarung.

Sebelum menuju KPU pukul 09.15 WIB, Jokowi mengenalkan kembali Ma'ruf Amin, bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres mendatang, di hadapan massa pendukungnya.

"Saya yakin KH Ma'ruf Amin adalah figur yang tepat... beliau sosok yang utuh, ulama yang bijaksana, ulama yan dihormati umat Islam di seluruh Tanah Air," kata Jokowi dalam pidato sambutannya di Gedong Joang.

Jokowi juga menekankan bahwa Ma'ruf Amin merupakan sosok yang memahami persoalan ekonomi yang antara lain didasarkan pidato pengukuhannya sebagai profesor yang menitikberatkan pada persoalan ekonomi.

Di hadapan massa, Jokowi juga menyentil sejarah Gedong Joang 45 yang menjadi titik berangkat mereka untuk mendaftar ke KPU.

"Di masa lalu, Gedong Joang 45 adalah tempat di mana para pejuang politik kita, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Adam Malik, semuanya digembleng sisi politiknya," ungkap Jokowi.

Menurutnya, Gedong Joang 45 mewakili semangat perjuangan para pemuda yang menyala untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Kini Gedong Joang 45 kita pilih sebagai titik awal untuk memulai perjuangandalam perubahan dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan kita," tandasnya.

Ma'aruf Amin, dalam pidatonya, juga menyinggung sejarah penting kehadiran Gedong Joang 45 yang menurutnya menjadi inspirasi dirinya dan Joko Widodo.

Percaya diri

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan Sandiaga Uno sebagai cawapres yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2019. Ini merupakan langkah yang mengejutkan, karena sebelumnya dalam apa yang disebut Ijtima Ulama yang dihadiri juga oleh Prabowo, merekomendasikan pendamping Prabowo adalah satu dari dua ulama.

Menurut Direktur Eksekutif Habibie Center, Rahimah Abdulrahim, keputusan Prabowo yang berbeda dengan rekomendasi Ijtima Ulama itu kemungkinan karena ia cukup percaya diri akan dukungan kalangan konservatif.

"Baru saja pimpinan tiga partai politik, yaitu PKS, PAN, dan Partai Gerindra, telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya dan saudara Sandiaga Uno, untuk maju sebagai capres dan cawapres untuk masa bakti 2019-2024," kata Prabowo Subianto di hadapan wartawan, Kamis (9/8), sekitar pukul 23.30 WIB.

Didampingi antara pendiri PAN Amien Rais, pimpinan PKS, PAN dan jajaran pengurus Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan bahwa Sandiaga "merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada".

Menurut Prabowo, proses politik di balik penunjukan Sandiaga Uno tidaklah mudah. "Ini proses yang melelahkan."

Dia kemudian mengungkapkan proses perundingan dengan tokoh-tokoh PKS, PAN dan Partai Demokrat.

"Memang membangun suatu koalisi tidak mudah, karena banyak yang harus kita pertemukan," kata Prabowo.

Prabowo kemudian berterima kasih kepada pimpinan PAN dan PKS yang disebutnya "legowo" yang bersedia 'melepaskan' posisi cawapres.

Sementara Sandiaga Uno, yang adalah wakil gubernur Jakarta, mengatakan, dirinya meminta doa restu untuk bisa menghadirkan pemerintahan yang kuat.

Menurut Direktur Eksekutif Habibie Centre, Rahimah Abdulrahim, langkah Prabowo ini menunjukkan kepercayaan diri tentang dukungan kalangan konservatif.

"Kemungkinan, Pak Prabowo sudah yakin bahwa dukungan kalangan konservatif sudah cukup solid, dan yang dia harus raih dukungannya lebih jauh adalah kalangan muda, sehingga ia menetapkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden pasangannya," kata pakar yang akrab dipanggil Ima itu.

Di sisi lain, menurutnya, "kubu Jokowi justru cukup percaya diri dengan dukungan kalangan muda, sebagaimana terbukti di Pilpres 2014. Kemudian yang diua merasa harus raih dukungannya adalah kalangan Islam yang lebih konservatif."

Beberapa politikus Partai Gerindra membenarkan bahwa sosok Sandiaga Uno telah dimunculkan sebagai alternatif cawapres untuk mendampingi Prabowo.

Kemunculan sosok Sandiaga menyisihkan Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung SBY, yang sejak awal dimunculkan sebagai bakal calon wapres pendampingi Prabowo Subianto.[] Sumber: bbc.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.