22 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Sidang Pemerkosaan Gadis Asal Aceh Timur
JPU: Terdakwa Mimi Harus Dicambuk

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 26 February 2018 23:43 WIB

LHOKSEUMAWE- Mahkamah Syariah Lhokseumawe menggelar sidang perkara pemerkosaan Rh, gadis asal Aceh Timur dengan terdakwa Miharza alias Mimi, 38 tahun, asal Utuen Kot, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Senin, 26 Februari 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Sidang dengan agenda pembaca dakwaan itu berlangsung tertutup dan dipimpin oleh Hakim Ketua, Ridwan, SH.

Korban Rh terlihat hadir ke ruangan sidang bersama saudara sepupunya. Sementara terdakwa Mimi yang menggunakan kaos putih berkerah juga ikut didampingi keluarga.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Almuhajir, SH, dari Kejaksaan Negeri Lhokseumawe kepada portalsatu.com mengatakan Mimi didakwa dengan Pasal 48 terkait pemerkosaan dalam Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Jinayah.

Pasal itu berbunyi, "Setiap orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Pemerkosaan diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling sedikit 125 (seratus dua puluh lima) kali, paling banyak 175 (seratus tujuh puluh lima) kali atau denda paling sedikit 1.250 (seribu dua ratus lima puluh) gram emas murni, paling banyak 1.750 (seribu tujuh ratus lima puluh) gram emas murni atau penjara paling singkat 125 (seratus dua puluh lima) bulan, paling lama 175 (seratus tujuh puluh lima) bulan."

Menurut Almuhajir walaupun dalam pasal tersebut disebutkan bisa mengganti dengan emas dan penjara, tetapi dalam qanun yang sama juga menuliskan bahwa hukum cambuk lebih diutamakan. "Penekanan di JPU, terdakwa Mimi  harus dicambuk," katanya.

Ia juga menjelaskan usai pembacaan dakwaan, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi korban Rh. Sidang kemudian mendengar kesaksian kakak sepupu korban yang ikut menyaksikan Rh saat dibawa pulang dengan becak motor atas perintah terdakwa.

"Korban Rh bersaksi dipaksa ikut terdakwa di bawah ancaman pistol di waduk pada Kamis 8 Desember 2017 sekitar pukul 21.00 WIB, kemudian korban dibawa ke rumah Mimi di Cunda, diperkosa di bawah ancaman senjata dan korban dilepaskan pada Jumat dini hari, 9 Desember 2017," kata Almuhajir.

Almuhajir mengatakan majelis memutuskan sidang lanjutan dilakukan pada Senin, 5 Maret 2018. Sementara agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi lainnya yang menyaksikan korban keluar dari rumah terdakwa. 

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri Lhokseumawe telah memvonis 1 tahun penjara kepada Miharza alias Mimi, oknum PNS Pemko Lhokseumawe karena memiliki senjata api pistol Baretta VT kaliber 7,65 nomor seri D88899W pada Rabu, 14 Februari 2018 lalu. 

Sebagai catatan, oknum PNS di bagian organisasi Sekdako Lhokseumawe itu ditangkap polisi pada Kamis, 21 Desember 2017 sekitar pukul 15.00 WIB. Mimi diduga menyekap dan memerkosa Rh di rumahnya, di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, pada Jumat 9 Desember 2017. Polisi juga menyita senjata api pistol Baretta kaliber 320 ACP yang digunakan tersangka untuk mengancam korban.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.