18 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


JPU Tuntut Empat Terdakwa Sabu 25 Kg Dihukum 15 Hingga 18 Tahun

...

  • Fazil
  • 12 February 2020 17:30 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan terhadap empat terdakwa perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Rabu, 12 Februari 2020.

JPU menuntut terdakwa Asnawi Idris (39) dijatuhkan pidana penjara 18 tahun, dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun penjara. Menurut JPU, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkah bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan primair melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.  

Terdakwa Saiful Anwar (44) dituntut hukuman 17 tahun penjara. Sedangkan Nurdin Kadir (50) dan Nurdin (29) dituntut hukuman pidana masing-masing 15 tahun penjara dan subsider 6 bulan penjara.

Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sulaiman M., S.H., M.H., didampingi hakim anggota, M. Yusuf, S.H., M.H., dan Mukhtari, S.H., M.H. Empat terdakwa tersebut didampingi penasihat hukumnya, Agung Setiawan, S.H., Doddy Ermawan, S.H. (Kantor Advokad Agung Setiawan dan Partners Advokat-Legal Consultant). Dari JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe dihadiri Fakhrillah, S.H., M.H., dan Hefandra Busrian, S.H.

JPU Fakhrillah mengatakan, dalam tuntutan pihaknya bahwa para terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana narkotika. Di mana terdakwa Asnawi Idris secara tanpa hak telah mengajurkan kepada terdakwa Saiful Anwar dan kawan-kawan, untuk menerima dan membawa pulang narkotika jenis sabu seberat 25 Kg dari Malaysia ke Aceh. Kemudian, Anwar juga telah memberikan uang sebanyak Rp4 juta untuk biaya keberangkatan serta menjanjikan upah sebesar Rp15 juta per kilogram sabu tersebut.

"Jadi, atas dasar itu kita telah menuntut kepada terdakwa Asnawi selama 18 tahun penjara. Kepada terdakwa Saiful Anwar kita menuntut pidana selama 17 tahun penjara, terhadap terdakwa Nurdin dan Nurdin Kadir dituntut masing-masing 15 tahun penjara," kata Fakhrillah kepada wartawan usai sidang, Rabu.

Fakhrillah menjelaskan, terdakwa Saiful bersama Nurdin dan Nurdin Kadir, pihaknya melihat mereka itu sebagai kurir yang akan menerima upah dari terdakwa Asnawi apabila telah berhasil membawa pulang narkotika tersebut. Artinya, mereka bukan sebagai pelaku utamanya, sedangkan pelaku utama pihaknya melihat bahwa ada Abu Mul (masih buron/DPO) dan adanya terdakwa Asnawi.

Sedangkan terdakwa Nurdin dan Nurdin Kadir, lanjut Fakhrillah, itu merupakan sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dan Kepala Kamar Mesin (KKM) di kapal, yang mereka secara pasif hanya keberangkatan mereka dibawah kendali terdakwa Saiful Anwar. Maka dialah (Saiful) yang aktif dan bertemu dengan Abu Mul serta Asnawi di kawasan Simpang Dama, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, ketika itu.

"Saat itu juga membicarakan upah yang akan diterima kurir itu, sehingga terdakwa Asnawi maupun Saiful kita memberikan hukuman yang lebih berat dan setimpal dari perbuatannya. Karena ada pertimbangan-pertimbangan hal memberatkan, di mana kepada terdakwa-terdakwa tersebut dan terlebih Saiful Anwar dan Asnawi itu, yang setiap saat keterangannya berubah-ubah atau berbelit, sehingga itu menunjukkan tidak adanya kerja sama yang baik dalam mengungkapkan tindak pidana tersebut," ujar Fakhrillah.

Penasihat hukum empat terdakwa, Agung Setiawan, menyebutkan, pihaknya akan mengajukan dan telah memohan kepada majelis hakim untuk melakukan pembelaan atau pledoi secara tertulis. Nantinya akan mengungkapkan fakta-fakta dan setidaknya berupaya untuk keringanan terhadap para terdakwa.

"Dalam persidangan terdahulu kita sama-sama tahu bahwa terdakwa Asnawi itu tidak memiliki peran apapun. Sedangkan tiga terdakwa lainnya memang benar ada membawa narkotika sabu 25 Kg, fakta dalam persidangan mereka mengetahuinya disaat kepulangan mereka. Pada prinsipnya kepemilikan sabu itu sudah jelas dari Abu Mul yang masih DPO, tapi bagaimana pun nanti kita akan menyampaikan secara tertulis dalam pledoi," ungkap Agung.

Sidang selanjutnya dengan agenda pembacaan pledoi diajukan terdakwa, Rabu, 19 Februari 2019 mendatang.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.