18 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jual ABG via Facebook, Tiga Pria Muncikari Ditangkap Polisi

...

  • DETIK
  • 13 September 2018 17:30 WIB

@Eva Savitri/detikcom
@Eva Savitri/detikcom

JAKARTA - Polisi menangkap tiga pria muncikari yang memperjualbelikan anak di bawah umur. Para tersangka mempromosikan jasa seks para ABG yang masih berusia 16 tahunan itu melalui Facebook.

Ketiga tersangka berinisial AK (28), AN (33), dan LK (20). Mereka ditangkap pada Agustus 2018 di tiga lokasi berbeda.

Ketiga-tiganya ini berprofesi sebagai mucikari melalui media online, dimana yang perempuan (PSK) waktu itu diperjualbelikan di bawah umur," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruk Rozi, ketika jumpa pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis, 13 September 2018.

Modusnya para pelaku mem-posting foto perempuan yang diperjualbelikan tersebut melalui Facebook. Lalu ketika ada pemesanan, mereka antarkan ke hotel yang telah ditentukan oleh pemesan.

"Pemesan melihat di Facebook, kemudian dia (pelaku) posting foto perempuannya. Yang mau menggunakan jasa tinggal pilih, dipesan, abis itu mucikari membawa perempuan ke hotel yang telah ditentukan. Yang menentukan hotel itu pelanggannya," ucapnya.

Para pelaku memberikan tarif berbeda untuk setiap 'angel-nya'. Paling tinggi, 'angel' dijual ke pria hidung belang dengan harga Rp1,5 juta.

"Biasanya tarifnya Rp1,5 juta. Keuntungan yang diperoleh Rp1 juta buat pelaku dan Rp500 ribu buat perempuan yang diperjualbelikan," katanya.

Pelaku biasanya mencari korban di bawah umur yang putus sekolah di daerah Tangerang dan Bogor. Korban yang dijadikan PSK ini memang tidak dipaksa, namun mereka sukarela menjalani bisnis lendir itu karena himpitan ekonomi.

"Korban yang di bawah umur ini rata-rata pelajar, anak-anak putus sekolah. Korban kebanyakan tinggal di Tangerang dan Bogor. Kasus ini juga tidak ada pemaksaan, ibaratnya ada take and gift lah murni desakan ekonomi," ujarnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti pakaian yang dikenakan korban, kuitansi tanda pembayaran, kartu ATM sebagai transaksi pembayaran, kunci kamar yang digunakan, dan beberapa handphone milik korban.

Ketiganya dikenakan pasal 2 ayat (1) UU RI No. 21 tahun 2007 tentang subsider pasal 45 Jo pasal 27 ayat (1) UU No. 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Reporter: Eva Safitri.[] Sumber: detik.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.