26 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Terkait Hasil Pemilihan Anggota DPRA Dapil VI
Kabulkan Gugatan PNA, MK Perintahkan KIP Hitung Suara Ulang di Peureulak Timur

...

  • DETIK
  • 08 August 2019 23:00 WIB

Mahkamah Konstitusi. (Ari Saputra/detikcom)
Mahkamah Konstitusi. (Ari Saputra/detikcom)

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan Partai Nanggroe Aceh (PNA) terkait adanya penghilangan suara di Kabupaten Aceh Timur untuk pemilihan calon anggota DPRA Dapil VI di Kecamatan Peureulak Timur. MK menyebut Komisi Independen Pemilihan (KIP) melakukan pelanggaran administrasi.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian, membatalkan SK KPU Nomor 987/PL.01.8-kpt/06/KPU/V/2019, tentang Penetapan Pemilihan Presiden, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, secara nasional dalam Pemilu 2019, tertanggal 21 Mei 2019 sepanjang menyangkut perolehan suara PNA di Kecamatan Peureulak Timur untuk DPRD (Provinsi) Dapil Aceh VI," ujar Ketua MK, Anwar Usman, saat membacakan amar putusan di MK, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Agustus 2019.

MK memerintahkan KIP (KPU) Provinsi Aceh melakukan penghitungan suara ulang di Peureulak Timur. Anwar juga memerintahkan agar Bawaslu dan Panwaslu mengawasi penghitungan suara ulang.

"Memerintahkan KPU Provinsi Aceh untuk melakukan penghitungan suara ulang di tingkat Kecamatan Peureulak Timur. Memerintahkan kepada KPU menetapkan perolehan hasil perhitungan suara ulang sebagaimana di atas," katanya.

"Memerintahkan Bawaslu, Panwalsu Provinsi Aceh, Panwaslu Kabupaten Aceh Timur untuk melakukan pengawasan perhitungan suara ulang, memerintahkan Kepolisian Negara RI melakukan pengamanan proses perhitungan suara ulang," lanjutnya.

Hakim MK, Enny Nurbaningsih, mengatakan KIP tidak menjalankan amar putusan dari Panwaslu Aceh karena adanya perbedaan suara. Enny meminta KIP memerhatikan prosedur tata cara pemilu.

"Bahwa atas putusan Panwaslu, sebagaimana dituangkan nomor, dan berita acara 42 soal Putusan Panwaslu Aceh, yaitu ditemukan 892 suara. Bahwa atas banyak versi suara Kecamatan Peureulak Timur, yang dimilik banyak pihak, yang dilakukan KIP Aceh Timur, mahkamah tidak dapat meyakini jumlah mana yang sesungguhnya benar," kata Enny.

"Sehingga demi mendapatkan kepastian hukum yang adil, mengenai hasil pemilu anggota (DPRA) Dapil Aceh VI, maka menurut mahkamah, perlu dilakukan perhitungan suara ulang di Kecamatan Peureulak Timur," ucap Enny.

Dalam permohonan, PNA menggugat tentang suara PNA yang berkurang dari perolehan suara caleg DPRA. PNA menduga selisih suara itu merugikan PNA dan menguntungkan Partai Daerah Aceh.

Dalam penetapan suara KPU, PNA memperoleh suara 13.778 dan berada di urutan kelima. Sedangkan di salinan DA-1 yang dimiliki PNA, PNA mendapat perolehan suara 13.970 dan menempati perolehan suara terbesar urutan keempat. Mereka meminta MK untuk menetapkan suara PNA sebanyak 13.970 suara. 

Reporter: Zunita Putri.[]Sumber: detik.com/*

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.