25 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Gayo Lues
Kadis Pendidikan Tanggapi Pernyataan Tim Gugus Soal Kaji Ulang Belajar Tatap Muka

...

  • Win Porang
  • 16 September 2020 20:55 WIB

Anwar Kadis Pendidikan Gayo Lues. Foto: dok. Portalsatu
Anwar Kadis Pendidikan Gayo Lues. Foto: dok. Portalsatu

BLANGKEJEREN - Kebanyakan wali murid di Kabupaten Gayo Lues mengiginkan anaknya belajar di sekolah seperti biasa ketimbang belajar jarak jauh. Selain alasan jaringan internet yang tidak ada di semua wilayah dan "naik turun", persyaratan belajar tatap muka sesuai peraturan juga sudah terpenuhi. 

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Anwar, S.Pd., Rabu, 16 September 2020, menanggapi pernyataan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Kabupaten Gayo Lues, dr. Safwan, soal perlunya mengkaji ulang proses belajar tatap muka di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

"Untuk memulai proses belajar tatap muka, ada empat syarat yang dikeluarkan oleh jementerian, yaitu wilayah sekolah berada di zona hijau atau kuning, harus mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah (Tim Gugus), sekolah siap dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan ada persetujuan dari orang tua siswa. Kalau wali murid tidak setuju, boleh anaknya tidak sekolah dan belajar dari jauh, dan kalau sekolah tidak mampu menerapkan protokol kesehatan, boleh sekolah itu belajar jarak jauh," kata Anwar yang menegaskan syarat itu sudah terpenuhi.

Meski semua syarat memulai proses belajar tatap muka sudah ada, Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues mengaku akan kembali menggelar rapat dengan para kepala bidang di Dinas Pendidikan, membahas keberlangsungan belajar tatap muka atau harus belajar jarak jauh lagi.

"Memang saya ada mendapat informasi bahwa ada satu siswa yang reaktif rapid test tapi sudah diisolasi oleh orang tua murid itu sendiri. Saya pun belum tahu pasti dari sekolah mana yang reaktif ini. Namun ini akan menjadi pembahasan kami saat rapat nantinya," jelas Anwar.

Jika memang kasus terus meningkat di Gayo Lues, solusi yang tepat menurut Kadis Pendidikan adalah melakukan belajar jarak jauh bagi daerah atau desa yang ada pasien positif Covid-19. Sedangkan bagi daerah atau desa yang warganya tidak ada positif Covid-19, tetap akan dilakukan belajar tatap muka.

"Hal semacam ini pernah kita lakukan, seperti meliburkan siswa SMP di Kecamatan Pantan Cuaca selama 14 hari saat ada warga di sana yang positif Covid-19. Ke depan juga bisa saja diberlakukan seperti ini, karena orang tua siswa sangat antusias anaknya masuk sekolah," ujar Anwar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.