26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kampanye di Lhokseumawe, Jokowi Paparkan 'KIP, KPK Hingga KSM'

...

  • Fazil
  • 26 March 2019 17:30 WIB

Jokowi kampanye di Lhokseumawe. Foto Fazil
Jokowi kampanye di Lhokseumawe. Foto Fazil

LHOKSEUMAWE - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan orasi politik di hadapan para pendukungnya dalam kampanye rapat umum di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Selasa, 26 Maret 2019. Capres petahana tersebut memaparkan visi dan misi maupun program yang akan dijalankan jika ia terpilih kembali sebagai Presiden RI periode 2019-2024. Jokowi memaparkan tentang 'Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja (KPK) hingga Kartu Sembako Murah (KSM)'.

"Kartu Indonesia Pintar yang sekarang sampai di SMA nanti akan dijadikan KIP Kuliah. Artinya, Kartu Indonesia Pintar Kuliah itu akan dapat membantu biaya pendidikan, membantu biaya pendidikan mulai dari anak usia dini hingga sampai kuliah dengan kartu ini," kata Jokowi disambut tepuk tangan bergemuruh dari para pendukungnya.

Kemudian, lanjut Jokowi, ada yang namanya Kartu Pra-Kerja. Bagi yang lulus SMA, SMK, akademi maupun universitas bisa menggunakan kartu tersebut. Dengan kartu itu, kata Jokowi, nantinya akan diberikan training (pelatihan) baik oleh kementerian, BUMN, maupun swasta. "Yang kita harapkan setelah training itu bisa langsung masuk ke dunia kerja, masuk ke perkantoran, BUMN, industri dengan Kartu Pra-Kerja ini," ujar Jokowi sambil menunjukkan Kartu Pra-Kerja itu.

Jokowi menyebutkan, bagi yang belum mendapatkan pekerjaan, dengan kartu tersebut akan diberikan insentif sampai mendapat kerja.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan programnya mengenai Kartu Sembako Murah. Menurutnya, jika ada keluhan-keluhan dari keluarga kurang mampu terkait harga sembako, maka dengan adanya kartu itu tentu akan sangat bermanfaat. 

"Saya setiap hari masuk ke kampung-kampung dari berbagai daerah, mendengarkan keluhan dari masyarakat agar harga sembako lebih murah. Oleh sebab itu, dengan kartu ini nantinya akan diberi diskon besar untuk membeli baik berupa beras, gula, minyak maupun lainnya. Karena kalau kita ingin memurahkan harga sembako memang mudah, impornya dengan banyak, harganya langsung murah. Tetapi petani atau masyarakat pasti marah-marah kepada saya, jangan dipikir mudah mencari keseimbangan seperti itu," ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, tidak mudah mencari keseimbangan agar petani senang karena harga hasil panennya baik (stabil), sementara di sisi lain kaum ibu-ibu juga harus merasa senang dikarenakan harga sembako terjangkau.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini. "Intinya kita mengajak teman, kerabat, saudara-saudara kita untuk datang berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2019. Jangan biarkan satu orangpun golput, jangan biarkan golput. Karena pemilu itu menghabiskan biaya triliunan. Jadi, kalau ada yang golput negera rugi besar," ujar Jokowi.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.