25 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kasus DOKA 2018, KPK Geledah Dua Dinas Ini

...

  • Rino Abonita
  • 10 July 2018 13:35 WIB

Ilustrasi. @Republika
Ilustrasi. @Republika

BANDA ACEH - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Selasa, 10 Juli 2018.

Penggeledahan dilakukan untuk meneruskan penelusuran bukti-bukti kasus dugaan suap terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018, yang melibatkan pejabat tinggi di Aceh.

"Dalam kasus ini, dari dokumen-dokumen dan catatan-catatan proyek yang kami dapatkan, semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, S.H., dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Selasa siang.

Febri berharap para pihak di lokasi penggeledahan kooperatif serta membantu proses penyidikan KPK. Pengungkapan kasus tersebut, kata Febri, dipandang penting demi menguak skandal korupsi yang diduga merugikan rakyat Aceh.

Seperti diketahui, KPK menangkap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan dua orang dari pihak swasta, Hendri Yuzal dan T. Syaiful Bahri, Selasa, 3 Juli 2018. Irwandi diduga menerima suap dari Ahmadi Rp500 juta. Uang itu bagian dari Rp1,5 miliar yang diduga diminta Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur bersumber dari DOKA 2018.

KPK juga melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang selama enam bulan, terhitung 6 Juli 2018. Keempatnya, Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri. Pencegahan itu, menurut Febri, untuk memudahkan KPK memeriksa keempatnya jika dibutuhkan keterangan dari mereka.

Kasus menimpa dua kepala daerah di Aceh itu menyita perhatian publik luas. Dukungan atas OTT KPK beriringan dengan munculnya kelompok yang melancarkan protes terhadap KPK. Massa tergabung dalam Komunitas Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) melakukan aksi di depan Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Senin, 9 Juli 2018, mendesak KPK menangguhkan penahanan terhadap Irwandi Yusuf.

Sebelumnya, Irwandi Yusuf, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap itu, membantah semua tudingan KPK. "Saya tidak melakukan apapun. Tidak mengatur fee, tidak menerima fee, tidak ada janji dengan siapapun," ujar Irwandi kepada para wartawan setelah ia diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018, dini hari.

Irwandi menampik tuduhan gratifikasi yang ditujukan kepadanya. "Ada tuduhan gratifikasi. Saya tidak minta hadiah, saya tidak perintahkan orang untuk minta hadiah, saya tidak terima gratifikasi," katanya. (Baca: Irwandi Yusuf: Saya Tidak Mengatur Fee)[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.