19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kasus Jinal Jadi Bahan Evaluasi Mahasiswa Asal Singkil di Banda Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 12 September 2017 19:00 WIB

BANDA ACEH -- Kabar berpindahnya agama salah seorang warga Singkil karena ingin maju sebagai calon kepala desa menjadi pembahasan elemen masyarakat Singkil di Banda Aceh. Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil dan masyarakat Aceh Singkil menggelar pertemuan terbuka membahas hal tersebut di Aneuk Kupi, Lamnyong, Banda Aceh, Minggu, 10 September 2017.

Sekjen Hipmasil, Khairul Ahmadi, mengatakan, pertemuan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah dan peran kontrol sosial terhadap isu-isu terkini yang terjadi di masyarakat.

Baca: Ikut Pilkades, Pria di Singkil Ini Pindah Agama

"Dalam kesempatan ini kami membahas dan merumuskan latar belakang permasalahan dengan beberapa informasi yang disampaikan peserta. Kami juga mengevaluasi untuk memberikan solusi dan beberapa rekomendasi yang akan disampaikan ke pihak berwajib, dalam hal ini ditujukan ke MPU Aceh Singkil," kata Khairul melalui siaran pers kepada portalsatu.com.

Pertemuan ini turut dihadiri tokoh masyarakat Aceh Singkil yang juga dosen UIN Ar-Raniry T. Misbah Lembong.

Kejadian ini dinilai telah mempermalukan mahasiswa dan masyarakat Aceh Singkil yang berada di luar kabupaten tersebut.

"Rasa malu itu semakin mencuat dikala orang-orang terus bertanya, bagaimana bisa di negeri Syeh Abdurrauf bisa terjadi demikian. Apalagi akhir-akhir ini perselisihan antarumat beragama juga masih menyisakan 'bara api' yang siap menyala," katanya.

Kejadian ini juga dinilai telah mencoreng nama baik Aceh Singkil di mata Pemerintah Aceh, bahkan di tingkat nasional hingga internasional. Karena itu pertemuan ini dinilai penting untuk meredam isu-isu yang berbau SARA.

Seperti diberitakan sebelumnya, Janal, warga Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil pindah agama menjadi Kristen Protestan saat mencalonkan diri kembali sebagai calon kepala desa setempat. Persoalan muncul ketika Janal dan tiga kandidat lainnya diwajibkan mengikuti tes baca Alquran.

Dikabarkan tidak mampu membaca Alquran, Janal berinisiatif memberikan surat mampu baca Alquran dari KUA keluaran tahun 2015. Namun karena surat itu tak diterima Panitia Pelaksana Pemilihan Keuchik, Janal mengancam keluar dari agama Islam agar bisa lolos dari tahap seleksi.

"Bahkan setelah dikonfirmasi kepada pihak P2K, JN mengaku akan menjadi Islam kembali jika berhasil menjadi geuchik," kata Khairul.

Kabar ini menjadi viral ketika sebuah surat yang ditandatangani Jinal di atas meterai beredar di dunia maya. Hal ini mendapat respons dari berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali dari mahasiswa Aceh Singkil.

"Setelah mendalami polemik ini, sungguh hal ini sangat disayangkan, beliau telah mempermainkan agama untuk sebuah jabatan. Pelaku dengan sengaja membuat surat pernyataan telah keluar dari Islam, maka semenjak itu pula ia telah murtad. Untuk itu, JN telah melanggar Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pembinaan dan Perlindungan Aqidah."

Dalam Pasal 7 ayat (1) qanun tersebut juga dijelaskan bahwa setiap orang Islam dilarang dengan sengaja mengeluarkan pernyataan dan/atau melakukan perbuatan keluar dari Islam. Untuk itu, JN, sesuai dengan Pasal 18 qanun yang sama, dikenakan uqubat takzir berupa cambuk di depan umum paling banyak 60 kali dan paling sedikit 30 kali. aau pidana penjara paling lama 60 bulan dan paling sedikit 30 bulan, atau denda paling banyak 600 gram emas murni atau 300 gram emas murni.

Pada Senin malam, Jinal, 50 tahun, yang sebelumnya membuat heboh publik di Aceh terkait keputusannya pindah agama dari Islam ke Kristen Protestan demi mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) akhirnya kembali masuk Islam.

Baca: Sempat Murtad Jelang Tes Baca Quran, Calon Kades Ini Akhirnya Kembali Masuk Islam

Berdasarkan data yang dihimpun portalsatu.com, Senin, 11 September 2017 malam, Jinal masuk Islam dengan membacakan dua kalimah syahadat yang disaksikan Ketua MPU Aceh Singkil, Ustaz Adlimsyah. Prosesi yang diikuti tokoh ulama setempat ini berlangsung di aula MPU Aceh Singkil, Senin, 11 September 2017.[] (*sar)

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.