28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Ketua DPRA: Hukum Berat Pelaku, Perkuat Perlindungan Korban

...

  • Fakhrurrazi
  • 13 October 2020 10:30 WIB

Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin. Foto: dok. portalsatu.com
Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin. Foto: dok. portalsatu.com

BANDA ACEH - Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, merasa prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh. Dahlan meminta agar pelaku dihukum berat.

Menurut Dahlan, hampir setiap bulan media massa di Aceh dihiasi dengan berita kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik kekerasan seksual maupun kekerasan lainnya. Terbaru, kasus pemerkosaan terhadap tiga anak yang dilakukan tiga laki-laki di Banda Aceh, dan kasus pemerkosaan terhadap seorang ibu dan pembunuhan anaknya di Aceh Timur. 

Dahlan menyebut keselamatan terhadap anak-anak di Aceh saat ini terancam. Padahal, anak-anak adalah pemilik masa depan Aceh. “Kita semua punya keluarga. Dengan kondisi sekarang, anak-anak kita di rumah juga terancam,” kata Dahlan dalam keterangan resminya diterima portalsatu.com, Senin, 12 Oktober 2020, malam. 

Dahlan menyebut mayoritas pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh adalah orang-orang terdekat korban. Dengan kondisi tersebut, dia meminta agar aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku. 

Menurut Dahlan, hukuman yang diberikan harus memerhatikan kondisi korban, termasuk perlindungan secara psikologis setelah terjadinya kekerasan. 

Dahlan juga meminta Pemerintah Aceh memperkuat perlindungan terhadap anak. Penguatan tersebut bisa dilakukan dengan mengonsolidasi semua pihak terkait di Aceh. 

Pemerintah Aceh, kata Dahlan, harus memperkuat perlindungan secara psikologis kepada korban setelah terjadinya kekerasan. 

Saat ini, sebut Dahlan, DPRA sedang mendorong para pihak di Aceh untuk melahirkan sebuah skema perlindungan terhadap perempuan dan anak. 

Para pihak itu adalah Pemerintah Aceh, Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi, Majelis Permusyawaratan Ulama, Majelis Adat Aceh, dan juga Mahkamah Syariah. 

Menurut politikus Partai Aceh ini, hal utama yang dibahas adalah terkait pemberian keadilan secara substantif kepada korban kekerasan dan juga pemberian efek jera terhadap pelaku.

“Dalam waktu dekat, kita akan duduk lagi membahas permasalah ini. Nantinya akan kita buat draf kesepakatan bersama para pihak. Kita akan terus dorong ini demi keselamatan perempuan dan anak-anak kita, generasi penerus di Aceh,” pungkas Dahlan.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.