01 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kasus Pemerkosaan: Pelaku Sempat Pakai Daster dan Jilbab Ditangkap Bersama Pak Cik Korban

...

  • Win Porang
  • 10 August 2020 22:00 WIB

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam didampinggi Kasat Reskrim dan Kasubag Humas. Foto: Win Porang
Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam didampinggi Kasat Reskrim dan Kasubag Humas. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Dua pria diduga terlibat dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur di sebuah desa di Kabupaten Gayo Lues, diringkus aparat kepolisian. 

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam didampinggi Kasat Reskrim Iptu Andulah Hamid dan Kasubag Humas saat konferensi pers di Mapolres setempat, Senin, 8 Agustus 2020, mengatakan dua tersangka diamankan berinisial AI (pak cik korban) dan SA (24), pelaku pemerkosaan. SA adalah pria yang sudah memiliki istri dan anak.

"Korbanya adalah L (16) yang dititipkan orang tuanya di rumah tersangka AI karena pergi ke ladang beberapa hari," kata Kapolres.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kasus itu bermula pada 16 Mei 2020, sekitar pukul 21:00 WIB. Saat itu, SA menemui AI di sebuah kios. Kemudian SA meminta tolong kepada AI membawa L pada malam hari itu juga. AI pun bersedia membantu agar korban dibawa SA asalkan memenuhi syarat diminta. Yaitu SA diharuskan mengambil sejumlah kayu bakar untuk penyulingan serai wangi di kebunnya. Syarat itu dipenuhi SA sembari berjanji tidak akan melibatkan AI jika terjadi masalah di kemudian hari.

"Kemudian tersangka SA mengatakan malam itu juga akan dibawanya L pukul 23:00 WIB. Setelah percakapan itu selesai, SA pulang ke rumahnya. Sekitar pukul 23:00 WIB, SA keluar dari rumahnya menuju rumah AI. Di tengah jalan SA menemukan baju daster warna hijau dan jilbab hijau," jelasnya.

SA memakai daster dan jilbab itu untuk menyamar sebagai perempuan, ditambah lagi adanya tas warna merah bertali coklat yang ditemukan di depan rumah warga setempat. Dengan pakaian dan tas itu membuat SA terlihat seperti seorang ibu.

Setelah sampai di rumah AI, SA menggedor pintu sambil mengatakan dalam bahasa Gayo. "Tek aku ibimu ari P mamakmu nge ulak ari ladang, kenie ko kurai, (Nak aku bibikmu dari P/inisial nama sebuah desa, mamakmu sudah pulang, dari kebun, disuruhnya saya jemput kamu".

Pintu rumah itu dibuka oleh AI sembari berucap kepada SA, "Enti kiruh tu (jangan ribut)". AI juga menanyakan, "Mau kemana kamu bawa L itu".  SA menjawab, ke jembatan di desa itu.

AI lalu memanggil korban sambil mengatakan, "L, ini bibikmu datang dari desa P, katanya mamakmu sudah pulang dari kebun, dan kamu disuruhnya pulang, kalau memang begitu pulang saja sama bibikmu ini". AI mengatakan itu sembari mengambil kunci sepeda motor Beat kepada korban.

Selanjutnya, SA membawa korban ke sebuah jembatan. "Saya bukan bibikmu, tapi saya Pak M," kata SA sembari membuka jilbab yang dipakainya. Lalu, SA mengajak L melakukan hubungan badan, tetapi korban tidak mau.

"SA kemudian memaksa korban dengan cara menggendongnya dari atas sepeda motor sambil menangis. Saat itu pula, lewat sepeda motor dengan cahaya lampu, dan SA melompat sambil menggendong korban ke arah sawah di samping jembatan. Kemudian SA menutup mulut korban sambil menciumi korban," terang Kapolres.

Kapolres melanjutkan, SA kemudian memerkosa korban. Setelah itu SA kembali menggendong korban dalam keadaan telanjang ke bawah jembatan yang jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi pemerkosaan tadi. Di bawah jembatan itu, korban meminta agar SA mengantarnya pulang. Namun SA malah  kembali memerkosa korban hingga pingsan. Lalu, SA membuang baju dasternya dan meninggalkan korban dalam keadaan pingsan.

Sekitar 15 menit pingsan, korban sadar dan ketakutan di bawah jembatan itu. Dengan berjalan pelan menuju sepeda motor, ia kembali ke pemukiman penduduk setempat. Setelah bertemu dengan keluarganya, langsung diceritakan hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Usai menerima laporan, polisi langsung meringkus kedua tersangka yang terlibat dalm kasus pemerkosaan itu. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.