18 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kasus Pengadaan Ternak Rp14,5 Miliar, Penyidik Periksa Rekanan

...

  • PORTALSATU
  • 13 February 2018 16:40 WIB

Ilustrasi. @istimewa
Ilustrasi. @istimewa

LHOKSEUMAWE – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memeriksa sejumlah rekanan pengadaan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 dengan total dana Rp14,5 miliar. Pemeriksaan rekanan untuk melengkapi berkas dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan ternak tersebut.

Untuk diketahui, penyidik Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe menetapkan dua tersangka dugaan korupsi itu pada 15 Desember 2017. Kedua tersangka berinisial DH, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiata (PPTK) dan IM, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Ternak pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe tahun 2014. (Baca: Penyidik Tetapkan Dua Tersangka Kasus Bantuan Ternak Rp14,5 M di Lhokseumawe)

Tiga hari kemudian, penyidik memeriksa kedua tersangka. Selanjutnya, penyidik menyerahkan berkas kedua tersangka ke kejaksaan setempat pada akhir Desember 2017. Setelah diteliti, jaksa mengembalikan berkas itu kepada penyidik disertai petunjuk yang harus dilengkapi (P19), beberapa pekan lalu.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Selasa, 13 Februari 2018, jaksa meminta penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe melengkapi pemeriksaan terhadap semua rekanan pengadaan ternak tersebut. Pasalnya, dalam berkas dua tersangka yang diserahkan oleh penyidik Tipikor kepada jaksa akhir Desember 2017, sebagian rekanan belum diperiksa dari total 160 rekanan pengadaan ternak tersebut.

Kepala Satreskrim Polres Lhoseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu mengakui, penyidik Tipikor sedang menindaklanjuti petunjuk dari pihak kejaksaan. “Penyidik sedang merampungkan berkas dengan memeriksa sejumlah rekanan sebagai saksi sesuai petunjuk jaksa,” kata Budi dihubungi melalui telepon seluler.

Budi mengakui, hari ini penyidik Tipikor juga memeriksa tiga rekanan, sehingga tinggal sekitar 10 rekanan lagi yang akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. “Penyidik terus bekerja, mudah-mudahan dalam waktu dekat berkas akan rampung untuk kemudian kita serahkan kembali ke jaksa,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Syaiful Amri, mengakui berkas dua tersangka dugaan korupsi pengadaan ternak itu belum lengkap, sehingga dikembalikan ke penyidik disertai petunjuk atau P19.[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.