23 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kasus Polisi Gadungan, Dua Tersangka Diciduk, Satu Buron

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 13 February 2018 22:30 WIB

Dua tersangka penipuan dan pemerasan terhadap geuchik di Aceh Utara (baju orange). @Cut Islamanda
Dua tersangka penipuan dan pemerasan terhadap geuchik di Aceh Utara (baju orange). @Cut Islamanda

LHOKSUKON – MY, 44 tahun, warga Gampong Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara diciduk tim gabungan Polres Aceh Utara di rumahnya. Atas keterangan polisi gadungan, HS, diketahui penipuan dan pemerasan belasan geuchik di Aceh Utara ikut melibatkan MY. Dalam kasus itu, satu tersangka lainnya masih buron.

“Tersangka HS, 29 tahun, warga Gampong Meunasah Nga, Kecamatan  kita tangkap Minggu, 4 Februari lalu di kawasan Seunuddon. Sementara MY ditangkap di rumahnya, Jumat, 9 Februari lalu,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kanit Tipikor Ipda Wisnu Bramantio, dalam konferensi pers yang digelar di Polres Aceh Utara, Selasa, 13 Februari 2018.

Dalam kasus tersebut, kata Wisnu, belasan geuchik telah menjadi korban. “Ada 9 geuchik yang mengaku menjadi korban HS, sedangkan 5 geuchik mengaku menjadi korban MY. Tersangka HS beraksi mulai dari Desember 2017 hingga Februari 2018 di Kecamatan Seunuddon, Baktiya dan Tanah Jambo Aye. HS meminta uang ke korbannya dengan mengaku sebagai anggota Polres Aceh Utara dan ditugaskan sebagai pengawas dana desa,” terang Wisnu.

Wisnu menyebutkan, nama tersangka MY muncul dari pengakuan HS. “Tersangka HS mengaku, kasus penipuan geuchik itu melibatkan MY dan satu lainnya (DPO). Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 378, Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1), Jo Pasal 65 KUHPidana tentang penipuan dan pemerasan,” ucap Wisnu.

Dari tersangka, turut diamankan sejumlah barang bukti. “Dari tersangka HS, turut kita amankan sepeda motor Beat warna hitam dengan nomor polisi BL 3331 WBC yang digunakan tersangka saat beraksi. Selain itu, satu unit handphone Samsung Duos, satu handphone samsung hitam, sebuah dompet coklat, satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu, satu lembar uang pecahan Rp 50 ribu, dan satu lembar uang pecahan Rp 10 ribu,” pungkas Ipda Wisnu Bramantio.

Sebelumnya, penyidik Satuan Reskrim Polres Aceh Utara menetapkan HS, 29 tahun, warga Gampong Meunasah Nga, Kecamatan Lhoksukon sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan pemerasan terhadap geuchik. Bermodus mengaku sebagai anggota polisi, diakui HS, dirinya telah melakukan pemerasan terhadap 12 geuchik di tiga kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.