27 April 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Abati Banda Dua Tentang Hukum Cambuk di Aceh 

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 12 April 2018 20:30 WIB

Tgk Usman Ibni Abdillah akrab disapa Abati Banda Dua Alue Lim. @SIRAJUL MUNIR
Tgk Usman Ibni Abdillah akrab disapa Abati Banda Dua Alue Lim. @SIRAJUL MUNIR

LHOKSEUMAWE - Ulama Aceh, Tgk. Usman Ibni Abdillah akrab disapa Abati Banda Dua menilai penerapan hukum cambuk belum tepat dilaksanakan di Aceh sebelum masyarakat benar-benar mendapat pendidikan hukum jinayah.

Peubeut dilee rakyat tentang hukum Jinayah, watee mandum ka meuphom baro dilaksanakan hukum cambuk, bek cambuk urueng yang hana meuphom (didik dulu rakyat tentang hukum Jinayat, setelah semua paham, baru laksanakan hukum cambuk, jangan cambuk orang yang belum paham),” kata Abati, Rabu, 11 April 2018, menyikapi polemik pelaksanaan hukum cambuk di Aceh.

Abati menjelaskan, cara memberi pemahaman itu harus dilakukan melalui pengajian-pengajian di seluruh gampong-gampong, bila perlu langsung ke perorangan. Karena hukum Jinayah, kata Abati, adalah hukum Allah, pelaksanaannya tidak boleh main-main.

Menurut Pimpinan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i Aceh itu, Syariat Islam adalah ajaran rahmatan lilla’alamin, penerapannya harus dilakukan sesuai tuntunan, tidak bisa setengah-setengah, rakyat harus diberi kesempatan untuk memahami syariat Islam dengan baik.

“Oleh sebab itu menghidupkan pengajian-pengajian di kota dan kampung-kampung  adalah tanggung jawab kita bersama terutama pemerintah,” ujarnya.

Tgk. Usman Ibni Abdillah adalah Pimpinan Dayah Darul Mukminin Gampong Alue Lim, Lhokseumawe, dan Pimpinan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i Aceh. Rabu kemarin, ia memimpin peringatan 1.235 tahun wafatnya Imam Syafi'i dan Haul Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i, di Dayah Darul Mukminin. Kegiatan itu ikut dihadiri oleh Muspida Lhokseumawe dan Aceh Utara, termasuk unsur TNI dari Kodim 0103 Aceh Utara dan Korem 011 Lilawangsa.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.