16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Ahli Waris Habib Bugak Soal Rencana Investasi Baitul Asyi

...

  • portalsatu.com
  • 16 March 2018 12:47 WIB

BANDA ACEH - Tanah waqaf Habib Bugak Aceh yang telah diwaqafkan dua abad lalu oleh Habib Abdurrahman Al Habsyi (Habib Bugak Aceh) telah diikrarkan di depan Mahkamah Syariah Mekkah sebagai waqaf bersyarat (Waqaf Muqayyad). Waqaf ini utamanya adalah untuk kepentingan rakyat Aceh yang menunaikan ibadah haji di Makkah.

Demikian disampaikan Sayed Dahlan Al Habsyi Bin Habib Abdurrahman, selaku keturunan tertua dari garis tertua tingkat ke-5 ahli waris keturunan Habib Abdurrahman Al Habsyi (Habib Bugak Aceh), melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Jumat, 16 Maret 2018.

"Dalam ikrar waqaf nya Habib Bugak telah menunjuk Nadzir waqaf Habib Bugak sebagai pengelola waqaf tersebut kepada Ulama Aceh yang ada di Makkah, yang secara turun temurun melaksanakan amanah tersebut dengan baik," kata Sayed Dahlan Al Habsyi.

Dia menyampaikan hal tersebut setelah memperhatikan berita yang berkembang, berkenaan dengan keinginan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI untuk menginvestasikan dananya pada tanah waqaf Habib Bugak Aceh di Makkah, Arab Saudi. Atas nama Ahli Waris Keturunan Habib Abdurrahman Al Habsyi (Habib Bugak Aceh), Sayed Dahlan menyebutkan tidak ada pihak lain yang boleh mengelola waqaf tersebut dengan adanya penunjukan langsung oleh Habib Bugak Aceh sesuai ikrar waqaf kepada Nadzir Waqaf Habib Bugak dan diteruskan oleh keturunannya.

"Terkait berita yang beredar, mengenai siaran pers yang dikeluarkan oleh seseorang yang mengaku sebagai Presiden Forum Silaturrahmi Keturunan Habib Bugak, maka dengan ini kami nyatakan bahwa Siaran pers tersebut adalah Bukan dari perwakilan seluruh keturunan Habib Bugak. Hal ini kami sampaikan untuk membantah khususnya atas penyataan bahwa keluarga Habib Bugak dapat mempertimbangkan rencana investasi atas tanah waqaf Habib Bugak," ujarnya lagi.

Dia mengatakan keturunan ahli waris Habib Bugak tidak pernah mempertimbangkan dan tidak pernah menyetujui rencana investasi tersebut. Dia juga membantah oknum yang mengaku-ngaku keturunan Habib Bugak yang selama ini telah menjalin komunikasi dengan pihak BPKH RI dan berbagai pihak lainnya. "Bukan keturunan Habib Bugak dan bukan representasi dari keturunan Habib Bugak, dan karenanya kami tidak bertanggungjawab terhadapnya," kata Sayed Dahlan lagi.

Menurutnya selama ini pihak BPKH RI belum pernah sekalipun berkomunikasi dengan keturunan Habib Bugak Aceh. Untuk itu dia tegas meminta pihak BPKH RI untuk tidak ikut campur dalam bentuk apapun terkait waqaf Habib Bugak.

"Siaran pers ini kami sampaikan dalam rangka menyikapi berita yang simpang siur dan untuk menyatukan publik khususnya rakyat Aceh yang kami cintai dimanapun berada terkait Waqaf Habib Bugak di Mekkah, juga sebagai bagian dari tugas dan tanggungjawab kami untuk menjaga amanah dan khazanah Habib Bugak Aceh," kata Sayed Dahlan.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.