21 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Aktivis Kemanusiaan Ira Hadiati Tentang Alasannya Maju ke DPR RI

...

  • portalsatu.com
  • 03 April 2019 15:00 WIB

Ira Hadiati maju melalui Partai Bekarya Aceh Dapil I Aceh dengan Nomor Urut 3.
Ira Hadiati maju melalui Partai Bekarya Aceh Dapil I Aceh dengan Nomor Urut 3.

Merujuk data Komisi Pemilihan Umum, Partai Berkarya memiliki 409.022 anggota dengan tingkat keterwakilan perempuan mencapai 36,36%. Jumlah anggota Partai Berkarya lebih tinggi dibandingkan sejumlah partai lama. 

Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif tidak hanya penting dari aspek perimbangan antara laki-laki dan perempuan. Populasi Indonesia separuhnya berjenis kelamin perempuan. Namun lebih dari itu, kehadiran anggota parlemen perempuan diharapkan bisa menjamin kepentingan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas kebijakan, di antaranya terkait dengan isu pengentasan kemiskinan, pemerataan pendidikan, dan layanan kesehatan.

Angka keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Saat pemilu pertama kali digelar pada 1955, jumlah kursi perempuan hanya 5,06%, dan angka ini terus bertambah secara bertahap hingga mencapai 11,4% pada 1997 (KPU 2014).

Merujuk pada fakta di atas tersebut membuat Ira Hadiati,. SH, Wakil Dewan Pakar DPW Partai Bekarya Aceh memantapkan pilihan pada partai Pimpinan Tommy Suharto untuk maju DPR RI, sebagai perwakikan perempuan Aceh di Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Maju Melalui Dapil I Aceh dengan Nomor Urut 3 hal ini akan semakin menumbuhkan semangat berdemokrasi keterwakilan wanita Aceh dalam kontekstasi perpolitikan Indonesia tahun 2019 mendatang.

"Alhamdulillah Berkarya dan Berdoa untuk menjalankan amanat rakyat," ujar Ira, yang juga pelatih senior Merpati Putih (MP) Aceh tersebut, sebagaimana disiarkan fokusparlemen.com

Selain pelatih senior Merpati Putih, Ira Hadiati yang merupakan Koordinator Sumbangan Rakyat Aceh untuk Palestina (Relawan MER-C) ingin memperjuangkan suara rakyat Aceh di Parlemen.

"Saya ingin menjadi penyambung suara rakyat Aceh di parlemen RI dalam pileg 2019 ini. Sebagai Koordinator Sumbangan Rakyat Aceh untuk Palestina, saya tergerak hati untuk mencoba menjadi penyambung suara rakyat Aceh di parlemen RI. Untuk Palestina, melalui MER-C rakyat Aceh memberikan 6 miliar Rupiah lebih. Kita telah membangun rumah sakit di sana, ada ruangan bernama Cut Nyak Dhien dan Teungku Chik Di Tiro. Cuma itu ruangan yang ada nama pahlawan di Palestina. Ini menjadi salah satu rasa cinta terhadap Aceh," kata Ira.[] Rilis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.