19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Alumni Institut Perdamaian Mindanao Soal Komnas HAM Panggil Mualem

...

  • PORTALSATU
  • 08 October 2019 16:30 WIB

Muzakir Manaf (Mualem). Foto: dok./istimewa
Muzakir Manaf (Mualem). Foto: dok./istimewa

BANDA ACEH -  Alumni Institut Perdamaian Mindanao, Filipina, Andi Firdhaus Lancok, menilai pemanggilan Muzakir Manaf (Mualem), mantan Panglima GAM oleh Komnas HAM menjadi catatan penting bagi upaya politik dan proses perdamaian yang tertuang dalam kesepakatan Helsinki. 

Andi Firdhaus mengatakan, MoU Helsinki sebagai produk politik, tidak menyebutkan adanya klausul pengungkapan kasus pelanggaram HAM masa lalu, meski Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) sebagai prosedur pengecualian.

“Saya justru menilai, upaya penegakan HAM masa lalu ini harus dilihat dalam konteks perlu adanya rasa keadilan kepada semua pihak. Tidak hanya menyentuh mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf. Jika tidak, maka eksesnya bisa berefek kepada timbulnya preseden buruk dalam perspektif penegakan HAM pascakonflik secara menyeluruh. Bahkan, akan menjadi sorotan yang terkesan tebang pilih,” kata Andi Firdhaus dalam keterangannya, 8 Oktober 2019. 

Menurut Andi Firdhaus, 14 tahun damai Aceh, seharusnya tidak terusik dengan kepentingan-kepentingan yang dikhawatirkan merusak kepercayaan sudah dibangun bagi perdamaian telah berjalan.

“Harus lebih teliti tanpa harus menghancurkan konsepsi kebersamaan yang sudah terbangun. Penegakan HAM sebagai wujud penghargaan atas kemanusiaan, tidak serta mengabaikan struktur perdamaian yang telah disepakati,” ujar Andi Firdhaus Lancok.

Sebelumnya diberitakan, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf (Mualem), tidak memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI di Jakarta, 7 Oktober 2019, untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan pelanggaran HAM masa lalu. Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) itu belum bisa datang ke Komnas HAM lantaran berbagai kesibukan.

“Hanya untuk memberi keterangan, Insya Allah Mualem akan datang. Kami akan meminta (Komnas HAM) untuk dijadwal ulang,” kata Juru Bicara DPA PA, Muhammad Saleh, dalam keterangannya, Selasa, 8 Oktober 2019.(Baca: Muzakir Manaf Belum Penuhi Panggilan Komnas HAM)[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.