20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata BNPB Soal Penanganan Korban Gempa-Tsunami Sulteng

...

  • Fazil
  • 07 October 2018 22:37 WIB

BNPB RI menyebut, bahwa korban meninggal dunia sudah mencapai 1.763 orang. @istimewa
BNPB RI menyebut, bahwa korban meninggal dunia sudah mencapai 1.763 orang. @istimewa

SULAWESI - Upaya pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, terus dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Data diterima portalsatu.com, Minggu, 7 Oktober 2018, sekitar pukul 20.10 WIB malam, dari BNPB RI bahwa korban meninggal dunia sudah mencapai 1.763 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, jumlah korban meninggal dunia per 7 Oktober 2018 sekitar pukul 13.00 WIB, sudah mencapai 1.763 orang terdiri dari Donggala 159 orang, Kota Palu 1.519 orang, Sigi 69 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu, Sulbar 1 orang. Jenazah yang sudah dimakankan sebanyak 1.755 jenazah orang, yakni di TPU Paboya 753 jenazah dengan dilakukan pemakaman massal.

Kemudian, di TPU Pantoloan 35 jenazah pemakaman massal, pemakaman keluarga 923 jenazah, Donggala 35 jenazah, Biromaru 8 jenazah, dan Pasangkayu 1 jenazah. 

Sutopo melanjutkan, untuk korban luka berat 2.632 orang yang dirawat di rumah sakit, korban hilang 265 orang, korban tertimbun 152 orang, pengungsi 62.359 jiwa yang tersebar di 147 titik. Selan itu, rumah rusak  66.926 unit yaitu 66.238 unit di Sulawesi Tengah (belum diklasifikasikan RB/RS/RR), dan 688 unit di Sulawesi Barat (250 RB, 223 RS, 215 RR).

Sedangkan bangunan sekolah rusak terdapat 2.736 unit tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi. Fasilitas kesehatan rusak berat  1 unit rumah sakit (RS. Anutapura) dan 6 Puskesmas (PKM Talise, PKM Bulili, PKM Mamboro, PKM Lere, PKM Nosara, PKM Singgani).

Prioritas Penanganan Darurat pada hari ini (Minggu), lanjut Sutopo, adalah untuk percepatan penanganan darurat dan prioritasnya melanjutkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Juga penanganan medis, rumah sakit lapangan, penaganan jenazah, distribusi logistik dan permakanan untuk pengungsi, serta percepatan pemulihan infrastruktur seperti jalan, listrik, pelabuhan, bandara telekomunikasi, pasokan BBM, dan penanganan bantuan luar negeri.

"Evakuasi ditargetkan selesai pada 11 Oktober 2018, diharapkan tidak ada daerah yang terisolir, tidak ada kekurangan bantuan dan daya dukung masyarakat normal," ungkap Sutopo.

Lanjut Sutopo, sementara sumber daya manusia yang berada di lapangan untuk melakukan penanganan gempa dan tsunami di Palu adalah 8.223 personel militer 6.338, personel sipil 1.560, dab personel militer luar negeri 325, namun sumber daya lainnya berupa alat-alat yang digunakan dalam penanganan bencana itu sebanyak 87 unit terdiri kendaraan bermotor, alat berat, alutsista, KRI, hely dan pesawat.

Untuk alat berat, kata Sutopo, total 51 unit dikerahkan untuk membantu dalam penanganan evakuasi korban dan pembersihan puing-puing bangunan dan longsor.Tetapi untuk penambahan alat berat masih dalam perjalanan yang didatangkan dari Balikpapan, Makassar, Poso, Jakarta dan daerah lainnnya. Seperti di wilayah Jonaoke memerlukan eskavator amphibi sebanyak 6 unit untuk proses evakuasi.

Di samping itu, Sutopo menyebutkan, sedangkan evakuasi pengungsi keluar dari Kota Palu sebanyak 8.110 orang melalui udara dan laut. Untuk jalur udara 6.157 orang yakni di Makassar 4.631 orang, Balikpapan 1.173 orang, Jakarta 182 orang, dan Manado 171 orang. Pada tanggal 30 September 2018 yang dievakuasi ke Makassar 1.085 orang, Balikpapan 88 orang, Halim 72 orang.

Sementara pada 1 Oktober 2018, masyarakat dievakuasi  ke Makassar 1.129 orang, Balikpapan 59 orang, dan terhitung pada 2 Oktober 2018 ke Makassar 2.417 orang, Manado 171 orang, Balikpapan 1.026 orang, Halim 110 orang.

"Untuk evakuasi melalu jalur laut sebanyak 1.913 orang, di antaranya Makassar 1.858 orang, Balikpapan 55 orang. Pada 02 Oktober 2018 yang ke Makassar sebanyak 250 orang menggunakan kapal Pelni, dan tangal 03 Oktober 2018 ke Makassar sebanyak 1.608 orang menggukanakan KRI dan Balikpapan sebanyak 55 orang menggunakan KM. BKT Siguntang," ujar Sutopo. []

Editor: Arman


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.