19 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Haji Uma Soal Insiden Kekerasan Terhadap Pengemudi Online di Bandara SIM

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 10 June 2018 22:30 WIB

Haji Uma. @dok
Haji Uma. @dok

BANDA ACEH - Beredarnya video di media sosial terkait tindak kekerasan terhadap pengemudi taksi online yang dilakukan para pengemudi taksi Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar beberapa hari lalu memantik tanggapan sejumlah pihak. Salah satunya anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma.

Melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Minggu, 10 Juni 2018, Haji Uma sangat menyayangkan adanya aksi kekerasan terhadap sesama pengemudi tersebut. Apalagi, kata anggota Komite II DPD RI asal Aceh ini, hal tersebut terjadi di bulan suci Ramadhan.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Safety Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) terkait kejadian tersebut," ujar Haji Uma.

Haji Uma menyebutkan, sama halnya dengan daerah lain di Indonesia, di mana jasa transportasi online baru beroperasi, resistensi dan konflik dengan jasa pengemudi konvensional itu terjadi. Namun kehadiran jasa transportasi online tidak dapat dibendung karena perkembangan teknologi dan telah menjadi kebutuhan masyarakat dengan kemudahan akses layanannya.

Lebih lanjut, Haji Uma juga mengatakan pasca putusan Mahkamah Konstitusi No. 78/PUU - XIV/2016 tentang pembolehan dan batasan layanan transportasi online, hal ini tentu harus disikapi secara arif. 

"Karena disadari sepenuhnya, bahwa hadirnya layanan transportasi online juga telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan diakui atau tidak juga memberi kemudahan bagi masyarakat konsumen. Dalam hal ini yang penting dan mendesak untuk dilakukan adalah membangun dan mengatur kesepakatan bersama antara pihak pengemudi online dan konvensional terkait batasan wilayah dan lain yang dianggap penting, tentunya dengan prinsip tidak merugikan salah satu pihak agar kejadian serupa tidak lagi terjadi pada waktu ke depan," ungkap Haji Uma.  

Dari informasi yang ada, kata Haji Uma,  pengemudi taksi online saat ini hanya dibolehkan mengantar, namun tidak menjemput penumpang di Bandara SIM. Hal ini berlaku juga di Pelabuhan Ulee Lhee. Dalam hal ini Haji Uma menawarkan pihak Bandara atau pelabuhan membuka ruang kepada pengemudi taksi online untuk dapat menjemput, namun tentu dengan persyaratan dan aturan yang harus dipenuhi dan diikuti oleh pengemudi taksi online. 

"Dengan demikian, taksi online dan konvensional dapat sama-sama dapat beroperasi untuk antar jemput penumpang. Namun taksi online harus penuhi dan patuhi syarat maupun aturan yang berlaku. Misalnya, pengemudi taksi online harus bergabung dalam kesatuan koperasi bandara atau pelabuhan, punya SIM dan KIR, punya stiker resmi bandara atau pelabuhan serta ketentuan lain yang diwajibkan," terang Haji Uma.

Haji Uma juga berharap agar pihak bandara SIM dapat merujuk beberapa bandara lain yang berhasil mengatur manajemen jasa layanan transportasi bandara, salah satunya Bandara Soekarno Hatta. "Lihatlah bandara Soekarno Hatta, di mana taksi online dan konvensional dapat sama-sama beroperasi dan bekerja mencari rezeki tanpa ada konflik sesama pengemudi," pungkas Haji Uma.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.