26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Ketua Apdesi Aceh Utara Soal Pemanfaatan Potensi Gampong

...

  • Fazil
  • 18 November 2018 07:30 WIB

Bursa Inovasi Desa di Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe, Sabtu, 17 November 2018. @Fazil
Bursa Inovasi Desa di Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe, Sabtu, 17 November 2018. @Fazil

ACEH UTARA - Tim Inovasi Kabupaten Aceh Utara bekerja sama dengan Tim Pelaksana Inovasi Gampong (TPIG) se-Aceh Utara menggelar Bursa Inovasi Desa, di Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe, Sabtu, 17 November 2018.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh Utara, Abu Bakar, mengatakan, inovasi desa ini merupakan suatu hal yang sangat bagus, karena itu dapat membuat tatanan kehidupan masyarakat bisa berubah dengan memanfaatkan potensi alam di setiap gampong (desa) masing-masung, khususnya di Aceh Utara.

"Saya melihat di beberapa tempat luar daerah, mereka begitu aktif dalam mengembangkan potensi daerahnya (desa) tersebut, sehingga desa akan terlihat maju dikarenakan dapat menghasilkan sumber daya alam dengan sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat setempat. Saya kira ini dapat dicontohkan oleh para aparatur gampong di daerah kita ini," kata Abu Bakar kepada portalsatu.com, Sabtu, saat menghadiri acara Bursa Inovasi Desa tersebut.

Namun tantangan di lapangan, menurut Abu Bakar, ada sebuah kondisi di tengah masyarakat bahwa setiap turunnya dana desa terkadang ada pemikiran miring. Artinya, dalam mengelola dana desa itu dianggap geuchik sarat melakukan korupsi, padahal belum mempunyai data yang akurat. 

"Saya mencontohkan, bisa dikatakan seseorang tersebut melakukan korupsi, proyek fisik yang dikerjakan itu tidak siap atau rampung. Artinya dikerjakan proyek dimaksud hanya setengah, sehingga dengan temuan pihak Inspektorat secara jelas dasarnya maka baru bisa menduga terhadap orang yang dimaksudkan itu. Dan masyarakat pun tidak boleh memvonis orang lain yang belum tentu bersalah," ujar Abu Bakar.

Abu Bakar menyebutkan, karena membina desa adalah sama saja membina negara. Apabila desa sudah pada tataran nasional, tentu masyarakat pun akan lebih mengerti bagaimana dalam proses pengembangan dimaksud. Kata dia, seharusnya di daerah tersebut dari segi pembangunan infrastruktur itu sudah sejak 20 tahun lalu, namun mengingat kondisi Aceh sebelumnya tidak memungkinkan untuk melakukan pembenahan yang signifikan, maka saat ini pembenahan infrastruktur harus dikejar supaya tatanan daerah lebih bagus.

Sementara itu, Koordinator Bidang Humas dan Publikasi Bursa Inovasi Desa Aceh Utara, Mulyadi, mengungkapkan, pihaknya berharap melalui inovasi desa tersebut para geuchik dapat memanfaatkan potensi desa masing-masing dengan bernilai produktif untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Karena, lanjut Mulyadi, geuchik merupakan pemimpin yang dapat melakukan perubahan di desa. Untuk itu, agar mereka benar-benar selektif apa yang bakal dilakukan untuk memajukan serta membangun desanya supaya lebih baik lagi.

"Kemajuan sebuah gampong itu tergantung bagaimana sistem pengelolaan dana desa melalui para geuchik tersebut, apabila bagus dalam pemanfaatannya tentu akan berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi produktif untuk masyarakat," ujar Mulyadi.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.