13 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Ketua DPRA di Lokasi Banjir Aceh Utara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 05 December 2017 18:40 WIB

Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem bersama Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin mengunjungi sejumlah lokasi banjir di Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 5 Desember 2017.  @CUT ISLAMANDA
Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem bersama Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin mengunjungi sejumlah lokasi banjir di Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 5 Desember 2017. @CUT ISLAMANDA

LHOKSUKON – Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir untuk lebih waspada terhadap perubahan iklim yang terjadi secara global. Selain itu, bencana banjir juga rawan penyakitn kulit, gatal-gatal, diare dan penyakit lainnya.

Hal itu disampaikan Teungku Muharuddin di lokasi banjir di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa, 5 Desember 2017. Ia datang ke lokasi itu bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), didampingi Ketua DPRK Aceh Utara Ismail A. Jalil (Ayahwa) dan Jubir KPA/PA Samudera Pase M. Jhony.

“Kunjungan kita hari ini lebih kepada ingin memastikan bantuan atau penanganan dari pemerintah terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir. Kita sudah melihat di beberapa titik tadi, di Posko Meunasah Dayah, Posko Lhoksukon, Muara Batu, dan Sawang sudah tertangani dengan baik. Ini juga tidak terlepas dari peran aktif semua pihak, termasuk DPRK dan DPRA,” ujar Teungku Muharuddin.

Muharuddin menyebutkan, saat ini perubahan cuaca atau iklim secara global terjadi menyeluruh di Indonesia. Artinya, kata dia, kesiapan dari pemeritah diharapkan mengambil langkah preventif terkait dampak banjir tersebut. Karena kebiasaan dari banjir seperti ini akan muncul penyakit kulit, diare dan lainnya. Maka Muharuddin berharap, ini harus ditangani secara baik.

“Bantuan yang kita berikan hari ini lebih ke lauk-pauk, makanan yang dibutuhkan pada saat masa panik seperti sekarang ini. Saya rasa lebih ke itu. Untuk obat-obatan, seperti yang saya sampaikan tadi, itu usaha preventif dari pemerintah. Tidak hanya berfokus pada makanan, sehingga terlupakan masalah kesehatan. Saya rasa ini juga salah,” ucap Muharuddin.

Muharuddin bersama Mualem memberikan sejumlah bantuan masa panik. “Bantuan kita bawa dengan tiga unit pick-up. Ada beras, telur, ikan asin, dan minyak goreng yang dibutuhkan masyarakat,” kata Muharuddin.

Muharuddin berharap, banjir ini menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama yang kemudian akan melahirkan manajemen yang baik dan efektif untuk menangani bencana tersebut.

Saat diminta tanggapannya terkait pembangunan Waduk Keureutoe di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara yang diharapkan dapat meminimalisir banjir, Muharuddin mengatakan, “Saat ini kita tidak bisa berharap banyak, tentu kondisi lagi banjir. Tapi kita harapkan juga dari dinas teknis, yaitu Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan verifikasi dan evaluasi, membuat atau menginventarisir sejumlah infrastruktur yang hancur akibat banjir. Kemudian kita harapkan, ini kebetulan momennya sedang dalam pembahasan anggaran APBK. Mungkin dari evaluasi tersebut, barangkali nanti akan melahirkan prioritas-prioritas pada anggaran 2018.”

Terkait kondisi anggaran Aceh Utara yang selama ini dolaporkan defisit, Muharuddin mengatakan, “Ini kita kembalikaan kepada Pemda bagaimana melakukan komunikasi yang baik, sehingga akan memberikan sinergisitas antara Pemkab Aceh Utara dengan Pemerintah Aceh, yang pada akhirnya defisit yang dialami Aceh Utara akan teratasi dengan baik”.

Dia berharap peran aktif semua pihak dalam menangani dampak banjir tersebut. “Sekali lagi saya berharap peran aktif dari semua SKPA, SKPK untuk menginventarisir seluruh infrastruktur yang hancur. Kemudian kita harapkan, dari yang hancur itu ada yang diprioritaskan pada anggaran 2018 ini. Kita harapkan bencara banjir musiman ini pada tahun mendatang akan teratasi,” pungkas Muharuddin.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.