17 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Ketua Komisi II DPRA Soal Impor Beras

...

  • Fazil
  • 24 September 2018 15:20 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

BANDA ACEH - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menyatakan menolak kebijakan impor beras. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi II DPRA, Nurzahri, S.T., saat para mahasiswa melakukan aksi di gedung dewan tersebut, Senin, 24 September 2018.

Mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pertanian Banda Aceh dan Aceh Besar itu dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (BEM FTP) Universitas Serambi Mekkah, BEM Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dan BEM Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama.

Mulanya, mahasiswa berorasi di Simpang Lima, Kota Banda Aceh, dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke-58. Mereka kemudian menuju Gedung DPRA untuk menyampaikan tuntutan, salah satunya menolak kebijakan impor beras. Setelah beberapa menit berorasi di depan Gedung DPRA, mahasiswa disambut Ketua Komisi II DPRA, Nurzahri, Sekretaris Komisi II, Sulaiman, anggota Komisi II, Yahdi Hasan, Sulaiman Ali dan Tgk. Jamarin. 

Komisi II DPRA lalu menerima audiensi mahasiswa. Akhirnya Ketua Komisi II DPRA, Nurzahri, menandatangani petisi yang diajukan mahasiswa dan akan diteruskan kepada Presiden RI.

“Kita akan menyampaikan persoalan ini kepada Presiden RI. DPR Aceh akan mengirimkan surat resmi berdasarkan statement mahasiswa. Apa yang kalian (mahasiswa) fokuskan saat ini juga bagian dari fokus kita (DPRA) yaitu menyangkut impor beras, reformasi agraria, dan isu lingkungan terhadap tambang," kata Nurzahri.

Nurzahri melanjutkan, "DPRA menolak impor beras di Aceh, karena Aceh salah satu lumbung pangan yang memang sudah surplus”.

Menurut Nurzahri, hasil produksi beras di Aceh melebihi kebutuhan komsumsi masyarakat, bahkan bisa dijual ke luar daerah. Untuk itu, Nurzahri menegaskan, Aceh tidak butuh impor beras. "Jika memang daerah lain atau selain Aceh mereka ingin impor, itu silakan. Tetapi khusus di Aceh, kita menolak impor beras".

“Walaupun secara nasional diperbolehkan impor beras, namun kita di Aceh tetap menolak, dan DPRA mempunyai kewenangan khusus untuk itu,” tegas Nurzahri.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.