24 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Ketua Yayasan RS Kasih Ibu Soal Pelayanan Terhadap Bocah Infeksi Paru

...

  • Fazil
  • 19 December 2018 20:10 WIB

Nurul Fazilah digendong oleh ibunya saat akan dirujuk ke RSUZA, 17 Desember 2018. Foto: istimewa
Nurul Fazilah digendong oleh ibunya saat akan dirujuk ke RSUZA, 17 Desember 2018. Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Pasien atas nama Nurul Fazilah (4,6 tahun), asal Gampong Alue Bilie Rayek, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, yang mengalami infeksi paru, sempat dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Kasih Ibu (RSUKI) Lhokseumawe. Namun, Nurul kemudian harus dirujuk ke RSUD Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Senin, 17 Desember 2018.

Terkait hal tersebut, Ketua Yayasan Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Lhokseumawe, Hj. Herawati, S.H., mengatakan, seluruh staf rumah sakit ini baik dokter spesialis, dokter umum dan perawat sudah memberikan pelayanan semaksimal mungkin sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan keilmuan yang dimiliki masing-masing.

"Terkait permintaan dana tambahan pada pasien yang dimaksud tersebut, itu tidak pernah terjadi dari pihak RS Kasih Ibu. Karena pada prinsipnya kami tidak pernah meminta dana atau biaya tambahan apapun kepada pasien BPJS yang dirawat di rumah sakit ini yang sesuai dengan jaminannya, bahkan banyak kebijakan lainnya yang kami berikan untuk membantu masyarakat tanpa kutipan biaya lainnya," kata Herawati kepada portalsatu.com, Rabu, 19 Desember 2018.

Intinya, lanjut Herawati, dapat disimpulkan bahwa terkait pasien tersebut, pihak RSU Kasih Ibu yang merujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. "Dengan didampingi oleh staf RS Kasih Ibu sampai tujuan dan selamat dengan menggunakan mobil ambulans milik rumah sakit ini tanpa pungutan biaya apapun".

Sebelumnya diberitakan, Nurul Fazilah (berusia 4,6 tahun), asal Gampong Alue Bilie Rayek, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, tiga hari dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Kasih Ibu (RSUKI)  Lhokseumawe. Namun, karena "pelayanan tidak maksimal", akhirnya ia dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, 17 Desember 2018.

Bocah penderita infeksi paru-paru itu dirujuk ke Banda Aceh oleh anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, yang dibantu stafnya. Haji Uma mengaku menerima informasi,  selama tiga hari bocah itu dirawat di rumah sakit tersebut, pelayanannya tidak memuaskan, bahkan tidak ada perubahan terhadap kondisi Nurul.

Haji Uma dalam keterangan tertulis via WhatsApp kepada portalsatu.com, Selasa, 18 Desember 2018, menyebutkan, ia mendapat kabar tentang bocah itu dari Cekwan, keluarga salah satu pasien dirawat di rumah sakit yang sama. Kala itu Cekwan melihat ibu bocah itu sedang menangis.

“Menurut pengakuan sang ibu, sejak anaknya dirawat di rumah sakit tersebut tidak ada penangganan serius terhadap anaknya, bahkan saat anaknya kejang-kejang, malah petugas medis tidak peduli,” kata Haji Uma.

Selain itu, lanjut Haji Uma, pihak keluarga sudah meminta pihak rumah sakit untuk merujuk anaknya ke Banda Aceh. Namun, kata dia, pihak rumah sakit tidak mengeluarkan surat rujukan, kecuali "harus membayar biaya rujukan  mencapai Rp2,5 juta. Pihak rumah sakit juga menakuti, jika dirujuk ke Banda Aceh, tidak ada ruangan rawat inap".

“Setelah menerima informasi itu, saya langsung memerintahkan staf untuk mengecek kebenarannya. Ikut serta Ketua Grup KANA, Abusaba. Ternyata benar. Lalu staf (saya) dan keluarga pasien melakukan negosiasi dengan pihak rumah sakit, hingga akhirnya bocah penderita infeksi paru tersebut diizinkan rujuk ke Banda Aceh Aceh tanpa mengeluarkan biaya,” ungkap Haji Uma.

Haji Uma menilai pihak rumah sakit itu dan petugas medisnya melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Kita harapkan kepada rumah sakit dan pihak BPJS untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apalagi menyangkut dengan nyawa pasien," ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Sa’id, 30 tahun, ayah bocah tersebut mengucapkan terima kasih kepada Haji Uma yang telah berupaya untuk mengeluarkan dan memfasilitasi anaknya hingga dapat dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh.

“Saya sangat kecewa dengan palayanan rumah sakit tersebut. Jika tidak turun tangan Haji Uma, mungkin anak saya masih dirawat di rumah sakit itu tanpa penanganan serius. Alhamdullah, kondisi anak saya sudah berangsur baik setelah ditangani pihak RSUZA Banda Aceh,” pungkasnya.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.