16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Sidom Peng Soal Perlengkapan Sekolah Untuk Anak Korban Puting Beliung

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 27 November 2017 21:00 WIB

Elvida (jilbab biru muda) salah satu siswa VI SD yang tidak bisa sekolah akibat musibah angin puting beliung. @Cut Islamanda/portalsatu.com
Elvida (jilbab biru muda) salah satu siswa VI SD yang tidak bisa sekolah akibat musibah angin puting beliung. @Cut Islamanda/portalsatu.com

LHOKSUKON – Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf alias Sidom Peng, berjanji pihaknya akan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban rumah rusak akibat angin puting beliung di Dusun Cot Raboe, Gampong Matang Sujiek Timu, Kecamatan Baktiya Barat. Sidom Peng mengatakan, bantuan itu memang kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

“Hari ini saya koordinasi ke Dinas Sosial. Saya akan minta pihak Dinas Sosial turun ke lokasi guna mendata seluruh kebutuhan anak-anak, khususnya terkait perlengkapan sekolah. Paling telat, besok sudah disalurkan,” ujar Sidom Peng dihubungi portalsatu.com via telepon seluler, Senin, 27 November 2017.

Sidom Peng menyebutkan, untuk beberapa kebutuhan sekolah memang harus didata secara akurat. “Untuk alat tulis dan tas itu sama, tapi untuk ukuran sepatu dan seragam, kan tergantung usia dan tingkatan sekolah anak. Insya Allah, besok sudah disalurkan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Elvida, siswi kelas VI SD, mengaku tidak bisa sekolah akibat musibah angin puting beliung yang merobohkan rumah orangtuanya di Dusun Cot Raboe, Gampong Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, 25 November 2017.

"Sedih hati saya, tidak bisa pergi ke sekolah. Baju, buku, tas dan sepatu tidak tahu ke mana. Sebagian sudah dibawa angin, lainnya basah, kotor," ujar Elvida, 12 tahun, ditemui portalsatu.com, Senin, 27 November 2017, pagi.

Elvida mengatakan, rumahnya sudah rata dengan tanah. Kini, ia bersama adik dan keluarganya tinggal di tenda darurat yang dibangun di depan rumah. "Senin depan kata ibu guru sudah ujian. Ini tidak sekolah, tinggal pelajaran. Tidak lama lagi akan ujian nasional," ucap anak dari Erwin dan Zaitun Zatia itu.

Kesedihan sama diutarakan Muhammad Taufik, 12 tahun, siswa kelas VI SD. "Senin depan ujian, tapi tidak bisa ke sekolah. Tidak ada lagi buku, tas dan baju pun tidak ada. Adik saya, Putri Nazira, kelas III SD juga tidak bisa ke sekolah," kata Taufik.

Bocah lelaki itu merupakan anak dari Abdul Hamid dan Maimunah, salah satu korban rumah roboh akibat angin puting beliung.

Kedua bocah itu berharap bantuan peralatan sekolah, sehingga mereka bisa kembali ke sekolah. "Andaikan bisa, dibantu seragam sekolah dan buku, tas dan sepatu," pinta Elvida.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.