26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Sopir Soal Kemacetan Lalu Lintas Jalan Banda Aceh-Medan, Ini Lokasinya

...

  • PORTALSATU
  • 09 June 2019 12:30 WIB

Ilustrasi kemacetan lalu lintas. Foto EPA/Abir Abdullah
Ilustrasi kemacetan lalu lintas. Foto EPA/Abir Abdullah

BANDA ACEH – Sejumlah sopir mobil penumpang (mopen) umum memperkirakan hari ini, Minggu, 9 Juni 2019, siang sampai malam, bakal terjadi puncak kemacetan lalu lintas di sejumlah lokasi Jalan Banda Aceh-Medan. Pasalnya, hari ini merupakan hari terakhir libur lebaran, sehingga banyak mobil angkutan umum maupun kendaraan pribadi berangkat ke Banda Aceh maupun Medan, Sumatera Utara. Selain itu, banyak pula masyarakat yang mengunjungi objek-objek wisata di sejumlah kabupaten/kota lintasan Banda Aceh-Medan.

Pantauan portalsatu.com, Sabtu, 8 Juni 2019, sekitar pukul 19.30 WIB, kemacetan lalu lintas cukup parah terjadi di Keude Geureugok, Bireuen. Dari jembatan Kutablang ke Geureugok, Kecamatan Gandapura, Bireuen, dan arah Geureugok menuju Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara maupun sebaliknya, lalu lintas tampak padat merayap.   

“Sudah 15 tahun saya bawa mobil L-300, baru lebaran tahun ini terjadi kemacetan cukup parah di sejumlah lokasi lintasan Banda Aceh - Lhokseumawe, terparah di Geureugok (Bireuen) dan Beureunuen (Pidie). Di Geureureugok, banyak sekali warga mau makan sate Apaleh karena satenya memang cukup enak. Masalahnya, (badan) jalan di Keude Geureugok tergolong sempit,” ujar Fikar (45), salah seorang sopir mopen L-300 trayek Banda Aceh-Langsa, Sabtu malam.

Fikar memperkirakan puncak kemacetan lalu lintas di sejumlah titik Jalan Banda Aceh-Medan akan terjadi pada Minggu siang sampai malam. “Karena Senin, pegawai pemerintah dan swasta sudah masuk kerja, mahasiswa kembali kuliah, dan juga anak-anak sekolah. Jadi, Minggu hari terakhir balik ke tempat tinggal masing-masing setelah mudik,” katanya.

“Selain itu, Minggu (hari ini) terakhir libur lebaran. Tentu banyak orang ke tempat wisata, sehingga bertambah banyak kendaraan yang melintas di jalan raya,” ujar Fikar yang merupakan warga Aceh Utara.

Badil (40), sopir mopen Hiace full AC trayek Banda Aceh-Lhokseumawe, mengatakan selama masa libur lebaran tahun ini, kemacetan lalu lintas terparah terjadi di Geureugok dan Beureunuen. “Dari Banda Aceh ke Lhokseumawe, hari-hari biasanya paling telat 6 jam perjalanan, tapi selama masa libur lebaran sampai 8-9 jam. Pada malam hari normalnya 5 jam, tapi kini mencapai 6 jam perjalanan,” kata Badil dihubungi, Minggu siang.

“Kami berangkat dari Lhokseumawe ke Banda Aceh, biasanya satu jam ke Bireuen, kini lebih satu jam karena arus lalu lintas cukup padat. Moto jeut taba 60 Km/jam, padahal sudah tengah malam. Kalau siang banyak sepeda motor dan mobil, kalau malam mobil yang sangat banyak. Jadi, penyebabnya kendaraan semakin banyak,” ujarnya.

Sopir mopen asal Pidie itu melanjutkan, “Di Beureunuen dari arah Banda Aceh ke Medan, sekitar 2 Km macet, pukul 15.00 WIB sampai malam. Kemungkinan puncak kemacetan lalu lintas terjadi hari ini sampai malam nanti dari dua arah. Bahkan, dua hari lalu saya berangkat dari Lhokseumawe ke Banda, sampai ke Beureunuen pukul 16.00 WIB han glah-glah, trep that macet di simpang jalan menuju Tangse”.

Menurut Badil, kemacetan lalu lintas terparah terjadi di Keude Geureugok depan Warung Sate Apaleh. “Dari jembatan Kutablang sampai ke Krueng Mane, sekitar 1,5 jam macet. Banyak orang ingin santap sate Apaleh tapi bisa menyebabkan macet dari jembatan Kutablang sampai Keude Geureugok,” ujarnya.

“Kemacetan juga terjadi di pusat kota Bireuen, depan Suzuya, dan lokasi objek wisata Batee Iliek,” ujarnya.

Badil berharap pemerintah dan kepolisian menempatkan petugas pengatur arus lalu lintas, seperti di Keude Geureugok, untuk mengurangi kemacetan.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.