25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Teungku Yusri Puteh Terkait Proyek IPAL

...

  • BOY NASHRUDDIN
  • 10 September 2017 19:00 WIB

Teungku Yusri Puteh. @Boy Nashruddin Agus
Teungku Yusri Puteh. @Boy Nashruddin Agus

BANDA ACEH - Penceramah kondang Aceh, Teungku Yusri Puteh, meminta pelaksana dan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menghentikan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande dan Gampong Jawa, Banda Aceh. Dia mengatakan makam siapa saja patut dihargai oleh manusia apalagi makam para ulama dan raja yang pernah berkontribusi untuk Aceh.

"Di Aceh sebenarnya masih banyak tempat lain, tidak mesti di situ (di Gampong Pande dan Gampong Jawa). Karena yang namanya makam, makam siapapun mesti dihargai. Apalagi makam seorang ulama," ujar Teungku Yusri Puteh menjawab portalsatu.com, Minggu, 10 September 2017.

Dia mengatakan pada dasarnya makam memang dibolehkan tidak dibuat dengan baik. Namun ketika makam tidak dibuat maka akan mengundang binatang liar membuang tinja di tempat tersebut. 

"Dipeuget mangat bek jeut ijak leumo keunan dijak toh ek, nyoe ek yang na dari tempat laen ta jak beuh keunan. Ta hindari binatang bek dijak keunan jak toh hek, tapi nyoe dipat ek tajak peusapat ta jak beuh keunan. Nyoe dipandang darurat, hana darurat, cukop leu tempat di Aceh, hana mesti inan," ujar Teungku Yusri.

Meskipun demikian, Teungku Yusri mengakui tidak ada niat manusia di Aceh yang menghina ulama. "Kon nit, nyoe cit ka dipeubut, jadi hana mangat."

Dia meminta pemerintah mencari solusi untuk memindahkan proyek IPAL ke tempat lain. Teungku Yusri menantang pemerintah untuk mengedarkan angket mengenai hal tersebut kepada masyarakat mengenai hal ini. Dia yakin, semua masyarakat menolak pembangunan pembuangan limbah tersebut di atas makam.

"Tanyakan kepada masyarakat. Bek survei taduk na meurumpok ureung 6 droe, ta peuget survei teuk. Peut droe ureung 'o, sabe ngon-ngon droe, peuhan di 'o (jangan membuat survei dengan enam orang saja, buat survei lah. Empat orang menyetujui, sesama sendiri apa nggak setuju)," kata penceramah yang dikenal kritis tersebut.

Teungku Yusri menilai pembangunan pembuangan limbah dan sampah di makam itu sangat tidak layak. Menurutnya perbuatan tersebut sama dengan tidak menghormati orang yang sudah dikuburkan di tempat tersebut.

"Makam orang biasa saja perlu dihormati, apalagi makam-makam orang yang punya sejarah, sejarah kebaikan mereka, apalagi sumbangsih dan kontribusi mereka semasa hidup terhadap Aceh dan agama," kata Teungku Yusri.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.