26 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Tuanku Warul Tentang Kelompok yang Rayakan 1 Muharram

...

  • Jamaluddin
  • 12 September 2018 10:00 WIB

@Istimewa
@Istimewa

BANDA ACEH - Penerus dari silsilah Kesultanan Aceh Darussalam terakhir yaitu Sultan Alaidin Muhammad Daudsyah, Tuanku Warul Waliddin, membantah bahwa yang melakukan perayaan 1 Muharram 1440 H bukan dari garis Kesultanan Aceh Darussalam. 

Merujuk kepada kegiatan yang mengatasnamakan Majelis Istiadat Keradjaan Atjeh Darussalam pada Selasa, 11 September 2018, di mana seorang pimpinan keradjaan yang disebut Sultan atau Raja Aceh bernama Tuanku Muhammad ZN atau Zumadila Narukaya.

"Kelompok itu melakukan satu kegiatan peringatan 1 Muharram 1440 H mengatasnamakan Kegiatan Majelis Diradja Kesultanan Aceh, adalah sebuah kekeliruan yang wajib diluruskan demi marwah sejarah Kerajaan Aceh dan mencegah kekeliruan sejarah Aceh," kata Tuanku Warul, Rabu, 12 September 2018.

Hal tersebut dinyatakannya mengingat hingga hari ini para penerus dari silsilah Kesultanan Aceh Terakhir yaitu Sultan Alaidin Muhammad Daudsyah, masih ada dan di bawah Keluarga Besar Kaum Alaiddin Kesultanan Aceh Darussalam.

Tuanku Warul mengatakan, kegiatan yang menggunakan atribut Kesultanan Aceh, yaitu bendera Alam Peudeung dan tersebut pihak yang menyebutkan diri sebagai Tuanku Muhammad Zumadilla Narukaya, adalah tidak ada didalam nasab keluarga Kesultanan Aceh Kaum Alaiddin.

Tuanku Warul sangat menyayangkan kegiatan ini. "Kami juga mendapatkan informasi bahwa kegiatan ini tidak mengantogi izin dari pihak Kepolisian Resor Kota banda Aceh (Polresta Banda Aceh)," ujarnya.

"Harapan kami hal-hal seperti ini tidak terulang kembali di masa depan agar tidak menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat," katanya.[]

Editor: Arman


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.