20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

RDP Bersama Haji Uma
Kaum Ibu Minta Seragam Majelis Taklim: ‘Hana Meuhai, 18 Juta Sagai’

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 10 February 2018 20:45 WIB

Rapat Dengar Pendapat (RDP), H. Sudirman alias Haji Uma dengan masyarakat Gampong Alue Seumambu, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. @Cut Islamanda
Rapat Dengar Pendapat (RDP), H. Sudirman alias Haji Uma dengan masyarakat Gampong Alue Seumambu, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. @Cut Islamanda

LHOKSUKON – Seratusan warga, laki-laki dan wanita, menghadiri acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma di Masjid Baitul Abrar, Gampong Alue Seumambu, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Jumat, 9 Februari 2018, malam. Selain berbicara tentang tugas DPD RI, Haji Uma juga mendengarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat setempat.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, salah seorang ibu meminta diberikan bantuan untuk seragam majelis taklim. “Haji Uma, kami minta bantulah untuk seragam majelis taklim. Di Alue Seumambu ada 60 anggota, seragam warna putih saja. Tidak perlu yang mahal, yang 1 meter kain Rp100 ribu saja. Satu orang cukup tiga meter plus ongkos jahit jadi Rp400 ribu, tapi dibantu kain saja juga boleh, Rp300 ribu dikalikan 60. Hana meuhai, 18 juta sagai (tidak mahal, hanya Rp18 juta),” ucap wanita tersebut.

Haji Uma mengatakan, siap membantu, tapi bukan keseluruhan. “O kapalo, meuhai that lagoe Rp100 ribe simete, baje lon manteng cuma Rp15 ribe simete. Kadang nyan karoh laba keu ureung bloe han? (mahal sekali Rp100 ribu per meter, baju saya cuma Rp15 ribu per meter. Jangan-jangan itu sudah masuk keuntungan untuk orang yang beli, bukan?),” ujar Haji Uma dengan nada candaan yang disambut gelak tawa warga yang hadir di lokasi.

Tak lama kemudian, Haji Uma menyatakan, siap membantu Rp6 juta untuk seragam majelis taklim yang diberikan dari uang pribadinya. Haji Uma juga memberikan bantuan untuk pembangunan masjid setempat Rp3,5 juta dan Rp3 juta lainnya kepada dayah di Gampong Alue Seumambu.

Sementara itu, Wagimin, warga setempat, menyampaikan bahwa dirinya belum pernah menerima sepeser pun dana dari Kartu Indonesia Pintar. “Saya sudah punya Kartu Indonesia Pintar sejak awal 2016, tapi belum sepeser pun dana yang saya terima. Ini juga dialami puluhan warga lain di sini,” kata Wagimin.

Menanggapi hal itu, Haji Uma mengatakan, “Baru kali ini saya mendengar keluhan langsung ada pemegang Kartu Indonesia Pintar, namun tak pernah terima dana. Ini harus dipertanyakan apa masalahnya. Coba Pak Geuchik tanyakan soal ini ke dinas, jika memang dinas tidak merespons atau tidak memberi jawaban, silakan hubungi saya”.

Haji Uma menambahkan, kedatangannya ke Gampong Alue Seumambu untuk membahas berbagai kebijakan pemerintah hingga tupoksi legislatif.

“Di sini, saya juga meminta dan mendengarkan masukan-masukan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Saya juga sampaikan bagaimana ruang masuk masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Termasuk adakah regulasi-regulasi yang kiranya masyarakat tidak memahami bagaimana sistem pemerintah itu. Ruang masuk masyarakat di mana, sejauh mana masyarakat bisa andil memantau pemerintah dan lainnya. Jika memang selama ini ada benturan, di mana benturannya. Saya mencoba memberi pemahaman kepada masyarakat, agar masyarakat bisa berkontribusi langsung,” pungkas Haji Uma.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.