20 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kawasan Hutan Lindung Paya Rebol Direhabilitasi

...

  • TAUFAN MUSTAFA
  • 10 March 2018 21:30 WIB

REDELONG -- Pemkab Bener Meriah menyatakan komitmennya merehabilitiasi 100 hektare kawasan hutan lindung Paya Rebol, Kabupaten Bener Meriah. Sebagai bentuk partisipasinya Bupati Bener Meriah Ahmadi, ikut serta dalam penanaman 20 ribu pohon di ketinggian 1.900 mdpl di Paya Rebol, Sabtu, 10 Maret 2018.

Ahmadi mengatakan pihaknya akan mendukung untuk perawatan berkelanjutan demi keberlangsungan hidup pohon yang telah ditanam.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen untuk men-support dari sisi lain. Ketika hari ini ada penanaman pohon, tentunya perawatan akan sangat dibutuhkan,” kata Bupati Bener Meriah Ahmadi melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Sabtu, 10 Maret 2018.

Ia mengatakan, program rehabilitasi hutan lindung ini sebenarnya sangat membantu pemerintah daerah. Sebab kerusakan hutan lindung tersebut sangat memengaruhi debit air sungai yang mengaliri tiga kecamatan di Bener Meriah yaitu Kecamatan Permata, Kecamatan Bener Kelipah, dan Kecamatan Bandar, seterusnya mengalir ke sungai Jambo Aye di Aceh Utara.

“Saya tidak mau nanti warga di tiga kecamatan ini mencari saya ke Samarkilang. Bukan untuk apa-apa, tapi cari air ke sana, karena sudah kehabisan air di sini,” kata Ahmadi.

Di hadapan Wakil Bupati, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian, Asisten dan Staf Ahli Bupati yang turut hadir di acara itu Ahmadi mengingatkan, agar di tahun anggaran 2019 menyisipkan anggaran untuk rehabilitasi hutan lindung tersebut.

“Mungkin bisa kita sisipkan juga untuk 2018, tapi saya minta kelompok ini juga harus komitmen. Jangan nanti kita tanam pohon 100 ha, malah yang dirambah 200 ha. Kita harus bersama-sama menjaga hutan lindung ini,” kata Ahmadi. 

Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan 20.000 pohon yang ditanam tahun ini, hingga tiga tahun ke depan dapat dievaluasi hasilnya. “Kalau pun tak sampai 100 persen, minimal di atas angka 50 persen, hutan lindung Paya Rebol ini ada yang hijau,” kata Bupati Bener Meriah.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Yayasan Leuser Internasional, Wahdi Azmi, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Dengan rehabilitasi 100 ha kawasan hutan lindung Paya Rebol kata dia, Pemerintah Bener Meriah telah berkontribusi terhadap komitmen provinsi yang akan melengkapi komitmen nasional terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan menambah cadangan karbon.

“Tim kami juga akan menghitung, dengan 20.000 bibit yang kita tanam ini dan menutupi 100 ha kawasan hutan lindung, berapa ton karbon yang dapat diserap. Dan ini menjadi sumbangsih Kabupaten Bener Meriah kepada komitmen provinsi atau nasional, untuk penurunan emisi gas rumah kaca,” katanya.

Pemerintah Aceh kata Wahdi, ke depan bisa menerapkan skema kompensasi, imbal jasa lingkungan, dari wilayah hulu terhadap jasa lingkungan yang diberikan ke wilayah hilir. Ia juga berharap, akan ada proporsi anggaran yang sesuai untuk Kabupaten Bener Meriah, sebagai bentuk konpensasi menjaga wilayah tangkapan air yang mengaliri DAS Peusangan dan Jambo Aye.

Staf konsultan YLI Desi Badrina menambahkan, penanaman bersama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan Yayasan Leuser Internasional (YLI), serta Bupati Bener Meriah juga menyepakati penandatanganan deklarasi penjagaan hutan lindung yang baru saja direhabilitasi tersebut.

"Donornya ICCTF, dan YLI sebagai pihak penyelenggara. Bibit sebanyak 20.000 itu untuk rehabilitasi hutan lindung, kemudian juga dilakukan penguatan kelembagaan untuk kelompok-kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), 4.000 bibit alpukat dan jeruk keprok untuk 100 anggota KSM yang semuanya adalah petani kopi," kata Desi.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.