16 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keberatan Dipecat Bupati, Belasan Keuchik Mengadu ke DPRK

...

  • Rino
  • 11 July 2018 01:10 WIB

Seorang keuchik memperlihatkan Surat Keputusan Bupati Aceh Barat tentang pemberhentian keuchik. @portalsatu.com/Rino Abonita
Seorang keuchik memperlihatkan Surat Keputusan Bupati Aceh Barat tentang pemberhentian keuchik. @portalsatu.com/Rino Abonita

ACEH BARAT - Belasan mantan keuchik dari tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat mengadu ke DPRK setempat, Selasa, 10 Juli 2018. Mereka diduga diberhentikan tidak sesuai prosedur oleh bupati.

"Kami ingin penjelasan hukum. Apakah sebetulnya boleh seperti itu. Kalau betul kami salah, memang sesuai aturan hukum yang berlaku kami terima. Ini, apa salah kami," ujar Zainuddin (51), mantan Keuchik Gampong Palimbungan, Kecamatan Kaway XVI, kepada portalsatu.com, Selasa siang.

Zainuddin menyebutkan, setidaknya ada 16 keuchik senasib dengannya. "Kaway XVI dua orang, Woyla Timur satu orang, Woyla Barat tiga orang, dan Woyla Induk sepuluh orang," sebutnya. Keenamnya, kata dia, diganti oleh Penjabat (Pj.) Keuchik yang ditunjuk oleh bupati.

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli, S.E., mengatakan, jika mereka keberatan dengan pemecatan tersebut, maka dapat melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurut Ramli, berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, terdapat prosedur dalam memberhentikan jabatan seorang kepala desa. Prosedur tersebut, menurut dia, tidak digunakan dalam pemecatan belasan keuchik tersebut.

"Keuchik yang diberhentikan, seharusnya di Pj. oleh sekretaris desa, kalau sekretaris tidak mau, serahkan ke Kaur Pemerintahan, kalau tidak mau juga serahkan ke kantor camat," ujar Ramli.

Politikus PAN itu meminta agar dibuat permohonan tertulis secara resmi yang ditujukan kepada DPRK Aceh Barat, supaya persoalan itu dibicarakan di tingkat provinsi. "Saya siap mendampingi," tegas Ramli.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.