26 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kecurangan di Aceh Utara: Panwaslih Rekomendasikan Dua TPS PSU, Satu Masuk Pidana Pemilu

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 19 April 2019 18:00 WIB

Kordiv Penindakan dan Pelanggaran Panwaslih Aceh Utara, Safwani. Foto: istimewa
Kordiv Penindakan dan Pelanggaran Panwaslih Aceh Utara, Safwani. Foto: istimewa

LHOKSUKON - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Utara merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Nisam dan Baktiya. Sementara kecurangan yang terjadi pada satu TPS di Kecamatan Banda Baro dinilai masuk kategori tindak pidana pemilu.

Hal itu dikatakan Kordiv Penindakan dan Pelanggaran Panwaslih Aceh Utara, Safwani, S.H., dihubungi portalsatu.com, Jumat, 19 April 2019, sore. Dia menyebut ada dua jenis pelanggaran atas kecurangan yang ditemukan, yaitu surat suara telah dicoblos terlebih dahulu, dan para saksi dari sejumlah partai nasional (parnas) dan partai lokal (parlok) masing-masing melakukan pencoblosan lebih satu kali.

"Memang telah ditemukan surat suara yang telah dicoblos terlebih dahulu di TPS 6 Gampong Jamuan, Kecamatan Banda Baro. Surat suara yang sudah dicoblos itu, (jumlahnya) lebih kurang 351 lembar untuk lima tingkatan, mulai dari surat suara Presiden, DPR-RI, DPD-RI, DPRA dan DPRK. Belum bisa kita rincikan karena sedang kita telusuri," ujar Safwani.

Terkait temuan pada hari pencoblosan itu, Safwani menyebutkan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi di tempat, baik dengan KPPS, PPS hingga Panwascam.

"Sejauh ini belum diketahui, belum kita dapatkan informasi akurat siapa yang melakukan pencoblosan lebih dahulu ini. Nah, atas hal itu kami membutuhkan waktu untuk melakukan investigasi lanjutan. Untuk persoalan ini tidak direkomenasikan pemungutan suara ulang atau PSU, karena syaratnya belum masuk ke syarat rekomendasi PSU, ini lebih ke tindak pidana pemilu," ujar Safwani.

Selain itu, Panwaslih Aceh Utara menemukan kecurangan di Gampong Meunasah Cut, Kecamatan Nisam. "Di TPS Meunasah Cut, Nisam, ini pencoblosan dilakukan lebih dari satu kali. Untuk ini kita rekomendasikan PSU," ucap Safwani.

Sementara itu, di TPS 97 Gampong Matang Ulim, Kecamatan Baktiya, juga ditemukan kecurangan serupa. "Ada kejadian pencoblosan lebih satu kali yang dilakukan oleh para saksi di TPS 97 Matang Ulim, Baktiya. Ini saksi dari lima partai, gabungan parnas dan parlok. Soal ini, Panwaslih sudah melakukan klarifikasi dan investigasi di lapangan di hari 'H' itu langsung di tempat, sejauh ini sudah kita rekomendasikan PSU," kata Safwani.

Ditanya lebih detail soal pencoblosan lebih satu kali itu, Safwani menegaskan, "Para saksi itu mencoblos lebih dari satu surat suara. Intinya begini, kalau bahasa undang-undang itu mencoblos lebih dari satu kali. Artinya, setelah dia (saksi) coblos punya dia sendiri dan selesai, kan ada surat suara lebih di pengujung acara. Surat suara itu yang dicoblos mereka, surat suara warga yang tidak datang".[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.