21 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keluarga Berharap Polisi Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan PNS Ini

...

  • Fazil
  • 08 August 2018 20:30 WIB

ilustrasi. @Ist/net
ilustrasi. @Ist/net

LHOKSEUMAWE - Bambang Iskandar Martin (46), adik sepupu Muhammad Ishak Zakaria (47), berharap pihak Polres Lhokseumawe mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap PNS Dinas Penanaman Modal Aceh Utara itu.

"Semoga kasus ini cepat terungkap. Sepengetahuan saya, beliau (almarhum) tidak pernah ada masalah dengan pihak lain," ujar Bambang dihubungi portalsatu.com, Rabu, 8 Agustus 2018.

Menurut Bambang, tempat usaha milik (alm.) Ishak Zakaria—lokasi ditemukannya jasad korban—itu merupakan tempat pembibitan tanaman buah-buahan seperti mangga, durian, dan lainnya.

“Itu (pembibitan tanaman) aktivitas yang biasa dilakukan oleh korban selain sebagai PNS. Jarak tempat usahanya itu dengan rumah korban lebih kurang 2 kilometer,” kata Bambang.

Ditanya apakah ada barang berharga yang hilang di tempat usaha milik korban saat kejadian itu, Bambang mengatakan, “Tidak ada”.

Sementara itu, portalsatu.com juga menghubungi Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Adrian, S.Ik., untuk menongfirmasi perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Namun, beberapa kali dihubungi, Rabu, nomor handphone-nya sedang tidak aktif.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Ishak Zakaria (47), PNS Dinas Penanaman Modal Aceh Utara, ditemukan tewas bersimbah darah di tempat usaha bibit tanaman miliknya, di Gampong Meunasah Manyang, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Selasa, 7 Agustus 2018, sore.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, S.Ik., mengatakan, korban meninggal dunia diduga akibat dibacok menggunakan benda tajam pada kepala bagian belakang sebelah kiri.

Riski menjelaskan, M. Ishak Zakaria ditemukan tewas oleh Akmalu Fatah (35), keponakan korban, saat mendatangi tempat usaha bibit tanaman milik korban. “Ketika sampai di pabrik bibit tanaman itu, Akmalu kaget melihat korban dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi telungkup,” ujar Riski dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa malam.

Menurut dia, Akmalu kemudian menghubungi Usna Wahab (50), kakak ipar korban. “Lalu kakak ipar korban datang ke lokasi kejadian, masuk ke dalam pabrik itu dan melihat korban sudah tidak bernyawa. Setelah itu dihubungi pihak keluarga lainnya hingga diteruskan informasi kepada polisi,” kata Riski.

Riski melanjutkan, pihaknya kemudian membawa jasad korban ke RSUD Cut Meutia, Buket Rata, Lhokseumawe, untuk divisum. “Kita juga melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kita terus mendalaminya guna menentukan langkah-langkah selanjutnya," ujarnya.

"Sampai saat ini kita belum tahu motifnya (dugaan pembunuhan itu), kita masih di lapangan mengumpulkan bukti-bukti," kata Riski.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.