28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keluarga Pasien Cuci Darah Keluhkan Terlambat Pelayanan, Humas RSUCM: Briefing Satu Jam

...

  • PORTALSATU
  • 16 October 2020 12:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE – Pasien Hemodialisa (HD) atau cuci darah rutin dilaporkan terlambat mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM), Buket Rata, Lhokseumawe, Jumat, 16 Oktober 2020, pagi.

“Para pasien HD sudah tiba di rumah sakit ini sekitar jam enam dan jam tujuh pagi. Ruangan cuci darah memang sudah dibuka, sehingga pasien bisa masuk dan berbaring di tempat masing-masing, karena sudah tertulis namanya. Biasanya jam delapan pagi sudah mulai cuci darah, lima atau enam jam. Tapi hari ini belum ada pelayanan sampai sekarang, dugaan kami karena perawat mogok kerja,” kata Husaini, suami dari Jumarni, salah seorang pasien cuci darah rutin di RSUCM, kepada portalsatu.com lewat telepon seluler, Jumat, sekitar pukul 10.15 WIB.

Husaini menyebut lebih 20 pasien HD untuk jadwal pagi atau gelombang pertama cuci darah di rumah sakit milik Pemerintah Aceh Utara itu. “Jadwal cuci darah setiap Selasa dan Jumat. Kalau pasien yang sudah parah sampai tiga kali dalam seminggu,” ujar warga Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe itu.

Menurut Husaini, karena belum mendapatkan pelayanan, para pasien HD itu membuat pengaduan kepada petugas di Ruangan Pengaduan Pelayanan RSUCM. “Barusan saya ke ruang pengaduan, diminta fotokopi KTP pasien sebagai bukti pengaduan,” tutur pria yang akrab disapa Bang Abu itu.

Husaini mengatakan sebagian pasien HD itu merupakan warga kurang mampu. “Ada yang dibawa dengan  becak oleh keluarganya. Ada juga naik mobil pikap dari Bireuen. Sayang kita lihat kondisi orang miskin seperti ini, sudah berjam-jam menunggu belum ada pelayanan,” ungkapnya.

“Barusan sudah masuk kepala perawatan. Dan sudah datang empat perawat Ruangan HD, sedang rapat dengan dokter. Pihak rumah sakit tampak mulai sibuk, karena sudah kita laporkan kepada berbagai pihak tentang pasien cuci darah rutin belum mendapatkan pelayanan,” kata Husaini.

Briefing satu jam

Sementara itu, Humas RSUCM, Jalaluddin, membantah perawat Ruangan HD mogok kerja. “Tidak boleh mogok sedang pandemi. Tadi pagi pihak manajemen dan perawat hanya briefing satu jam, tapi mesin (cuci darah) dipasang terus, jadi pelayanan tidak terganggu,” ujar Jalaluddin dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat, sekitar pukul 11.30 WIB.

Jalaluddin menjelaskan, manajemen RSUCM melakukan briefing satu jam dengan tenaga medis lantaran ada empat perawat Ruangan HD yang terpapar Covid-19. “Kita cari solusi untuk kita tambah tenaga pelayanan Ruangan HD, karena cuci darah itu jadwalnya dari pagi sampai jam enam sore. Perawatnya sangat lelah bekerja, ada yang sampai menangis, maka perlu ditambah tenaga. Mereka melayani 50 pasien HD, jadwal pagi 25 orang, dan sore 25 orang,” tuturnya.

Menurut dia, empat perawat Ruangan HD yang terpapar Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri, sehingga jumlah tenaga medis berkurang. Itulah sebabnya, pihak manajemen rumah sakit melakukan briefing untuk mencari solusi. “Perawat yang terpapar menjalani isolasi mandiri, dua perawat sudah habis masa isolasi. Hasil briefing sudah ada solusi, kita tambah tenaga. Sekarang delapan perawat Ruangan HD, dan dua perawat di Ruang Isolasi karena ada pasien HD juga, tidak boleh digabung dengan pasien lain,” ujar Jalaluddin.

Jalaluddin menambahkan, banyak wartawan sudah datang ke RSUCM untuk melihat langsung pelayanan di Ruangan HD. “Banyak media sudah masuk ke dalam, pelayanan lancar semua seperti biasanya setelah manajemen dan perawat briefing satu jam. Silakan wawancara langsung keluarga pasien. Ada pasien yang sudah lima tahun rutin cuci darah, sudah jadi seperti saudara dengan perawat Ruangan HD,” ucapnya.[](red)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.