25 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

ACEH SELATAN
Kemenag Akan Menggugurkan Penyuluh Agama Terima Insentif Ganda

...

  • PORTALSATU
  • 20 December 2016 21:10 WIB

TAPAKTUAN - Tenaga penyuluh agama non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang direkrut Kantor Kementerian Agama Aceh Selatan untuk dikontrak mulai awal Januari 2017, dilarang keras menerima insentif ganda. Jika kedapatan akan diproses sesuai peraturan berlaku.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Kasi Bina Islam Kemenag Aceh Selatan, Ustaz  Khairuddin, S.Ag., sehubungan berkembang isu tentang adanya tenaga penyuluh agama hasil seleksi yang berasal dari perangkat pemerintahan gampong/desa dan menerima insentif bersumber dari dana desa.

“Apabila ada tenaga penyuluh yang dikontrak menerima gaji (insentif) dari dua sumber, baik dari APBK maupun dana desa sumber APBN, makan akan diproses dan jika terbukti yang bersangkutan kami pastikan akan diganti dengan orang lain sesuai urutan rangking kelulusan seleksi atau istilah lainnya akan di PAW (Pergantian Antar Waktu),” kata Ustad Khairuddin kepada  wartawan saat ditemui diruang kerjanya, Selasa, 20 Desember 2016.

Khairudin mengatakan, untuk menghindari hal itu pihaknya mengaku telah sejak awal mengambil kebijakan mewajibkan kepada peserta seleksi untuk menandatangani surat pernyataan bahwa tidak menerima insentif ganda baik bersumber dari APBK, APBA maupun APBN.

“Sejak pendaftaran dibuka tanggal 24 Oktober sampai 4 November 2016. Kepada 496 peserta yang mengikuti seleksi diwajibkan membuat surat pernyataan (fakta integritas), tidak menerima insentif ganda selain gaji kontrak yang akan dibebankan pada Dipa Kemenag sebagai tenaga penyuluh agama. Hal ini bertujuan agar peserta seleksi tidak menerima gaji ganda,” tegasnya.

Sejauh ini, sambung Khairudin pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti apakah sebanyak 128 tenaga penyuluh agama yang telah lulus seleksi serta akan dikontrak mulai awal Januari tahun 2017 terdapat oknum yang menerima insentif dilembaga lain.

“Namun yang pasti, terhadap tenaga kontrak yang telah lulus seleksi tersebut ternyata nanti masih menerima insentif atau honor dari instansi lain baik bersumber dari APBK, APBA maupun APBN maka insentifnya dari DIPA Kemenag Aceh Selatan secara otomatis tidak akan cair. Ketika hal itu di pertanyakan kepada kami, maka kami akan melakukan pengecekan sehingga kami akan mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya,” ungkap Khairudin.

Meskipun demikian, pihaknya pun masih menunggu aturan juklak dan juknis lebih lanjut dari Kementerian Agama sebelum aturan tersebut diberlakukan di daerah. Sebab berdasarkan hasil perkembangan informasi terakhir, terkait adanya tenaga kontrak penyuluh agama menerima insentif ganda tersebut juklak dan juknis-nya sedang dirumuskan oleh pihak kementerian dengan mempertimbangkan standar Upah Minumum Provinsil (UMP).

“Dalam juklak dan juknis itu nanti akan di paparkan ketentuan pelaksanaan lebih rinci, bagaimana yang dimaksud menerima insentif ganda itu. Apakah insentif atau honor yang diterima tidak setara dengan UMP Aceh sekarang ini sebesar Rp 2,3 juta digolongkan juga menerima insentif ganda atau tidak. Sebab rata-rata tenaga kontrak penyuluh agama yang juga menerima insentif dari dana desa tersebut hanya menerima honor sangat kecil berkisar antara Rp 500 ribu – Rp 800.000. Sementara dasar kami meluluskan mereka menjadi penyuluh agama karena mereka benar-benar menguasai ilmu agama yang dibuktikan dari nilai hasil seleksi,” paparnya.[]

Laporan Hendrik

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.