08 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kementerian ATR Gelar Konsultasi Publik RRTR KEK Arun, Ini Kata Sekda Aceh Utara

...

  • Fazil
  • 14 November 2019 18:00 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang RI melakukan konsultasi publik ke-2 dalam rangka penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR) di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Kegiatan itu digelar di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis, 14 November 2019.

Kasubdit Penataan Kawasan Perkotaan Kementerian ATR/BPN RI, Win Elas Yekti, sebagai narasumber dalam konsultasi publik tersebut. Kegiatan itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Abdul Aziz. Peserta diikuti stakeholder terkait baik pejabat di tingkat Provinsi Aceh maupun SKPK Aceh Utara, para camat dan mukim di lingkungan KEK Arun, akademisi, serta LSM. 

Win Elas Yekti menyampaikan, pihaknya melakukan konsultasi publik bersama stakeholder terkait untuk dapat memperoleh dokumen yang lebih lengkap dan rinci sesuai harapan para pihak. Karena KEK Arun terdiri dari dua wilayah yakni Lhokseumawe dan Aceh Utara sehingga dokumen tata ruang dimaksud itu harus dibuat dalam dua kajian terpisah.

"Tentunya kita selaku penyusun dokumen Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR) perlu adanya pendapat dari para pihak. Karena dokumen itu nantinya akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dijadikan satu acuan hukum dalam bentuk qanun. Kita berharap jika sudah menjadi qanun, tidak ada masalah lagi menyangkut penataan ruang di lingkungan KEK Arun," ujar Win Elas Yekti.

Sekda Aceh Utara, Abdul Aziz, kepada portalsatu.com, usai membuka acara itu, mengatakan, kegiatan itu dalam rangka penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR). Tujuannya untuk melihat lokasi-lokasi yang dipilih di luar KEK Arun guna dikembangkan industri dengan tujuan peningkatan perekonomian masyarakat jika KEK itu sudah berjalan nantinya. 

"Kalau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu sudah jelas, ada beberapa perusahaan yang terlibat. Dalam konsultasi publik ini kita membahas tentang tata ruang yang berada di luar areal KEK Arun tersebut, bagaimana menyusun sebuah rencana tata ruang ini ketika nanti KEK sudah berjalan dan masyarakat membutuhkan kawasan mana yang akan dibangun atau dapat dikembangkan terutama menyangkut industri, pertanian, perkebunan, dan lainnya," kata Abdul Aziz.

Menurut Abdul Aziz, dengan adanya Rinci Tata Ruang (RTR) di Aceh Utara dengan jelas, maka akan memudahkan masyarakat untuk membangun kebutuhan fasilitas infrastruktur yang juga akan dibantu oleh pemerintah sebagai upaya untuk mendukung KEK Arun tersebut. Kata dia, secara garis besar memang sudah ditentukan yang melibatkan beberapa kecamatan seperti Kecamatan Dewantara, Banda Baro, Nisam, dan itu mungkin kawasan-kawasan yang berdekatan dengan KEK.

"Ditentukan lokasi itu tujuannya untuk menyediakan ruang, seandainya nanti (KEK Arun berjalan) jika masyarakat ingin membangun di bidang pertanian maupun industri sehingga ketika mengajukan kepada pemerintah daerah, kita pun lebih mudah untuk mengarahkan kepada masyarakat itu sendiri dan lokasi yang mudah dijangkau," ujar Aziz.

Aziz menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, dan PP Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe-Aceh Utara, dengan penetapan ini seharusnya masing-masing KEK itu sudah bisa mengatur atau membentuk semacam konsorsium dari perusahaan-perusahaan yang ada misalnya PT Pertamina, PT PIM, PT PAG, Pelindo. Sekarang dilihat dengan konsorsium ini dalam bentuk PT Patna dan semuanya berarah kepada perusahaan itu sebagai badan usaha pembangunan dan pengelola KEK. 

"Untuk itu selama ini mungkin komunikasi yang belum begitu intens dalam membangun KEK tersebut. Maka Pak Plt. Gubernur Aceh bahwa sebelumnya mengambil suatu gagasan bagaimana duduk bersama, dan beliau mengarahkan agar KEK Arun itu harus berjalan dan bisa dinikmati oleh masyarakat sekitarnya," ujar Abdul Aziz.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.