18 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ketika MAA Datang ke Pedir Museum

...

  • Jamaluddin
  • 28 November 2018 12:25 WIB

Wakil BPPA MAA Hj. Chairan Nur saat lakukan penelitian ke Pedir Museum, Selasa, 27 November 2018. Foto: portalsatu.com/Jamaluddin
Wakil BPPA MAA Hj. Chairan Nur saat lakukan penelitian ke Pedir Museum, Selasa, 27 November 2018. Foto: portalsatu.com/Jamaluddin

BANDA ACEH - Wakil Bidang Penelitian dan Pengkajian Majelis Adat Aceh (MAA), Hj. Chairan Nur, melakukan kajian ke Pedir Museum di Banda Aceh tentang fasilitas dan jumlah manuskrip, Selasa, 27 November 2018, sore

Tim MAA ketika sampai di Sekretariat Pedir Museum melihat sang direktur Masykur Syafruddin masih sangat muda langsung menyatakan kekagumannya atas usaha besar yang telah dilakukan dalam mengoleksi ribuan manuskrip, fragmen-fragmen keramik, dan artefak lainnya.

"Saya sangat kagum dan bangga dengan putra Aceh yang sudah melakukan hal-hal dan memang harus dilakukan oleh kita semua. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT," kata Hj. Chairan.

Hj. Chairan mengatakan, penelitian yang pihaknya  lakukan itu bagian dari program MAA dalam agenda tahunan yang kini sedang meneliti kitab Tanbih abad ke-17. Menurutnya, pada zaman abad ke-17 itu ada berbagai kitab pengajaran tentang keilmuan Islam khususnya dan keilmuan lainnya secara luas. Hasil kunjungan ke Pedir Museum itu nantinya akan menjadi rekomendasi MAA.

Saat menyaksikan banyaknya manuskrip yang telah dikumpulkan oleh Pedir Museum, untuk memudahkan pengunjung, Hj. Chairan menyarankan kepada Direktur Pedir Museum, Masykur Syafruddin supaya membuat katalog terhadap koleksi-koleksinya itu. Ia juga berharap supaya usaha Masykur dalam merawat peninggalan-peninggalan benda sejarah itu harus tetap dilanjutkan.

"Jika ada orang yang datang ke sini ingin mengkaji langsung terarah mana yang ingin dicarinya," kata Hj. Chairan.

Sementara itu, Masykur kepada portalsatu.com mengatakan, sebelum ke Pedir Museum cabang Banda Aceh, beberapa hari sebelumnya tim peneliti dari MAA telah mengunjungi Pedir Museum yang ada kediaman Masykur di Pidie Jaya. Kepada tim MAA itu, Masykur menceritakan banyak hal tentang bagaimana ia mulai merintis Pedir Museum.

"Dalam hal ini kita mengapresiasikan kedatangan beliau (Hj. Chairan) untuk melihat naskah hikayat yang ada pada kita, dan kelak akan dilakukan penelitan lebih lanjut oleh tim MAA," kata Masykur.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.