21 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ketika Mahasiswa Mengejar Menteri

...

  • Rino
  • 20 February 2019 18:35 WIB

Saat mahasiswa mengejar mobil Menteri ATR/KBPN, Sofyan Djalil. FotoRino
Saat mahasiswa mengejar mobil Menteri ATR/KBPN, Sofyan Djalil. FotoRino

Nassalamun kesal. Dia masih memendam unek-unek di hatinya sampai detik ini, karena tidak mendapat jawaban dari sang menteri.

Dia dan rekan-rekannya menggelar aksi pada Jumat, 15 Februari 2019 lalu. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil datang ke Kabupaten Aceh Barat, hari itu.

Sang menteri punya sejumlah agenda, antara lain, menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis untuk 7 kabupaten di kawasan barat selatan Aceh, serta mengisi kuliah umum. Pagi di Setda Aceh Barat, siang di Universitas Teuku Umar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Nassalamun dan rekan-rekannya berkumpul di halaman kantor bupati. Puluhan polisi dan Satpol PP 'mengusir' mereka hingga mahasiswa yang berasal dari Komite Pimpinan Wilayah Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (KPW-SMUR) Aceh Barat ini terdesak ke salah satu pintu gerbang kantor wedana.

Mereka bergantian berorasi di situ. Isu yang mereka angkat adalah kasus konflik lahan perkebunan yang tersebar di 4 kabupaten di Aceh.

Salah seorang mahasiswa melihat menteri dan rombongan sedang berjalan menuju aula. Mahasiswa melompati pagar, menerobos 'blokade', hingga ke teras wedana dan tertahan di situ.

Mereka memutuskan untuk mengakhiri aksi karena waktu menjelang salat Jumat. Aksi berlanjut bakda salat Jumat, kali ini di Universitas Teuku Umar tempat Sofyan Djalil mengisi mata kuliah umum.

Namun, sama saja. Puluhan polisi sudah dipersiapkan untuk menghadang Nassalamun dan rekan-rekannya, sehingga mereka tidak diizinkan menemui menteri yang disebut-sebut putra asli Aceh itu.

Unjuk rasa berjalan kondusif, mahasiswa saling bergantian berorasi dan menjelaskan satu persatu kasus konflik lahan perkebunan di Aceh serta gejolak yang timbul akibat konflik menahun itu.

Sofyan Djalil belakangan selesai mengisi kuliah umum, dan sudah berada di dalam mobil setelah keluar melalui pintu belakang.

Hal itu membuat mahasiswa berang bukan main. Mereka lagi-lagi menerobos 'blokade' polisi untuk menyusul kendaraan yang Sofyan Djalil tumpangi.

Suasana memanas saat itu. Mahasiswa dan polisi berkerumun di pekarangan kampus sambil sesekali terdengar keduanya saling 'menghardik'.

Mobil ditumpangi Menteri ATR/KBPN itu kemudian melesat ke arah Meulaboh, meninggalkan mahasiswa yang berteriak agar sang menteri berhenti dan mendengar aspirasi mereka.

Konflik lahan di Aceh

Menurut Nassalamun, terdapat 5 kasus konflik lahan perkebunan di Provinsi Aceh. Konflik tersebar di 4 kabupaten, yakni Nagan Raya, Abdya, Aceh Tamiang, dan Bireuen.

Konflik terjadi di wilayah kelola masyarakat 4 desa di Kabupaten Aceh Tamiang dengan PT Rapala, yakni, Paya Rahat, Teuku Tinggi, Tanjung Lipat I, dan Tanjung lipat II. Konflik juga terjadi antara Desa Sungai Iyu dengan PT Rapala, di kabupaten yang sama.

"Berikutnya antara masyarakat Krueng Simpo, Kabupaten Bireuen dengan PT Syaukat Sejahtera, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya dengan PT Dua Perkasa Lestari. Terakhir, antara Desa Cot Mee, Kabupaten Nagan Raya, dengan PT Fajar Baizury & Brother's," kata mantan Sekjend KPW SMUR Aceh Barat itu kepada portalsatu.com, Selasa, 19 Februari 2019, malam.

Kasus tersebut dijanjikan Dirjen Penanganan Masalah Agraria Kementerian ATR/BPN cum Kantor Staf Kepresidenan (KSP) segera tertangani ujung tahun lalu. Janji itu dinilai hanya tinggal janji.

"Itu yang ingin kami tanya ke Menteri ATR/KBPN Sofyan Djalil. Tapi dia lari. Lewat pintu belakang. Kami tidak mendapat jawaban," keluh Nassa.

Dia juga kecewa karena dalam debat capres belum lama ini, kedua calon tidak sedikit pun menyentuh kasus konflik lahan perkebunan. Padahal, luas lahan konflik di Indonesia mencapai 338.280,47 hektare.

"Sementara, berdasarkan data Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh, di Aceh ada sekitar 5 ribu hektare lebih luas lahan konflik," pungkas Nassa.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.