23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ketika Tersangka Pembunuhan Dipaksa Keluar Rumah dengan Tembakan Gas Air Mata

...

  • Fazil
  • 11 September 2019 11:40 WIB

Suasana saat tim gabungan Satreskrim Polres Lhokseumawe dan Brimob mengepung rumah tersangka MA di Jeulikat. Foto: Fazil/portalsatu.com
Suasana saat tim gabungan Satreskrim Polres Lhokseumawe dan Brimob mengepung rumah tersangka MA di Jeulikat. Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Penangkapan MA (46), tersangka pembunuhan Muhammad Ridwan (58), purnawirawan TNI AD, warga Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, diwarnai tembakan gas air mata. Setelah Brimob melepaskan gas air mata ke dalam rumah MA, tersangka itu pun keluar sambil memegang parang yang sebelumnya digunakan membacok korban hingga tewas. Polisi kemudian berhasil menangkap MA meski tersangka tersebut sempat memberikan perlawanan sengit di bawah guyuran hujan.

MA merupakan tukang becak, warga Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Polisi menyebut MA tiga kali membacok Muhammad Ridwan dengan parang milik korban, setelah punawirawan TNI itu dipukul hingga terjatuh dari atas sepeda motornya, seusai keduanya terlibat pertengkaran di jalan Gampong Jeulikat, Selasa, 10 September 2019, sore.

Setelah menghabisi korban, MA masuk dan mengurung diri di dalam rumahnya. Masyarakat setempat kemudian mengevakuasi Muhammad Ridwan yang tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi berlumuran darah ke rumah sakit dan diketahui korban sudah merenggang nyawa.

Tidak lama kemudian, tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe, Polsek Blang Mangat dan Brimob Detasemen B yang bermarkas di Jeulikat, mengepung rumah MA. Pengepungan rumah tersangka itu dipimpin Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang, didampingi Kapolsek Blang Mangat Ipda Fakhrurrazi.

Pantauan portalsatu.com, ramai warga turut menyaksikan pengepungan rumah MA yang dilakukan puluhan polisi—termasuk Brimob—bersenjata laras panjang. Sebagian warga terlihat memegang potongan kayu. Sekitar satu jam kemudian, hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Namun, MA masih bertahan di dalam rumah berkonstruksi kayu miliknya. Sekitar pukul 17.20 WIB, personel Brimob melepaskan beberapa kali tembakan gas air mata ke dalam rumah MA untuk memaksa tersangka itu keluar.

Setelah Brimob melepaskan tembakan gas air mata, ramai warga yang menyaksikan pengepungan rumah MA itu pun berlarian sambil mengusap muka lantaran matanya terasa perih akibat terpapar gas air mata. Gas air mata itu juga memaksa MA keluar dari dalam rumahnya. Namun, tersangka berbadan besar tersebut masih memegang parang.

MA akhirnya membuang parang setelah polisi menyampaikan peringatan kepada tersangka itu. Polisi kemudian menangkap MA dengan cara dijatuhkan lantaran tersangka memberikan perlawanan sengit.  Setelah memborgol kedua tangan MA, polisi membawa tersangka tersebut menggunakan mobil ke Polres Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T. Herlambang, mengatakan penyidik juga mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam nomor polisi BL 3123 XK dan sebilah parang. "Soal motif kasus pembunuhan ini masih kami selidiki,” ujar Indra kepada para wartawan di lokasi kejadian itu.

Indra menyebut tersangka MA dijerat pasal 338 jo 351 ayat (3) KUHPidana dengan acaman pidana penjara paling lama 15 tahun.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.