04 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ketua DPRK: Pemkab Aceh Utara Sepakat Alihkan Dana Perjalanan Dinas Rp8,7 M Cegah Corona

...

  • PORTALSATU
  • 29 March 2020 17:40 WIB

Rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Aceh Utara, di Pendopo Bupati, 29 maret 2020. Foto: Humas Setda Aceh Utara
Rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Aceh Utara, di Pendopo Bupati, 29 maret 2020. Foto: Humas Setda Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali Madden, mengatakan ia bersama Bupati Muhammad Thaib sepakat mengalihkan dana perjalanan dinas Rp8,7 miliar untuk pencegahan Coronavirus disease-2019 (Covid-19).

“Saya selaku Ketua DPRK bersama Bupati Aceh Utara sepakat untuk pergeseran SPPD (surat perintah perjalanan dinas) Rp8 miliar lebih untuk pencegahan Covid-19. Dana perjalanan dinas DPRK dan eksekutif Rp8 miliar lebih itu dialihkan untuk dicadangkan terhadap kebutuhan pencegahan wabah corona. Kesepakatan ini kita tegaskan dalam rapat dengan Forkopimda, tadi,” ujar Arafat usai mengikuti rapat di Pendopo Bupati Aceh Utara, Ahad, 29 Maret 2020.

Selain Bupati dan Pimpinan DPRK, rapat tersebut dihadiri Dandim-0103/Aceh Utara, Kajari Aceh Utara, Wakapolres Lhokseumawe, Kabag Ops Polres Aceh Utara, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, dan pejabat lainnya tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 di Aceh Utara.

Sebelumnya, Bupati Aceh Utara telah memerintahkan untuk ploting anggaran darurat bencana senilai Rp2 miliar kebutuhan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dana Rp2 miliar tersebut dialihkan dari DAK fisik dan nonfisik Dinas Kesehatan. (Baca: Pemkab Aceh Utara Alokasikan Rp2 Miliar Antisipasi Covid-19-)

“(Sementara ini sudah ada Rp10 miliar lebih dana) yang dicadangkan untuk pencegahan Covid-19 di Aceh Utara, agar dipergunakan sesuai kebutuhan. Tentunya kita tidak berhenti sampai di sini, tapi akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Bupati Aceh Utara selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 di Aceh Utara, karena Ketua DPRK juga masuk tim tersebut. Kita akan terus membahas setiap kebutuhan pencegahan wabah corona ini,” tutur Arafat.

 

(Arafat Ali Madden, Ketua DPRK Aceh Utara. Foto: dok./istimewa)

Ketua DPRK Aceh Utara itu juga meminta perusahan-perusahaan yang beroperasi di kabupaten ini menggunakan dana CSR untuk pencegahan Covid-19. “Ada sekitar 33 perusahaan beroperasi di Aceh Utara. Kita minta mereka ikut melakukan pencegahan wabah corona dengan menggunakan dana CSR. Kita minta mereka segera berkoordinasi dengan Bupati selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 di Aceh Utara,” kata Arafat.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Aceh Utara, Andree Prayuda, S.STP., M.A.P., juga menyampaikan pihak eksekutif dan legislatif sepakat mengalihkan anggaran perjalanan dinas Rp8,7 miliar untuk menangani wabah corona. Menurut Andre, kesepakatan itu diputuskan dalam rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19, turut dihadiri Bupati Muhammad Thaib dan Pimpinan DPRK Aceh Utara, di Pendopo Bupati, Ahad, 29 Maret 2020.

“Disepakati untuk memotong anggaran SPPD, baik SPPD Bupati, Wakil Bupati, SPPD pimpinan dan anggota dewan, juga SPPD dinas, baik perjalanan luar daerah maupun dalam daerah,” kata Andree Prayuda melalui siaran persnya.

(Rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Aceh Utara, di Pendopo Bupati, 29 maret 2020. Foto: Humas Setda Aceh Utara)

Andre menyebutkan, anggaran Rp8,7 miliar itu direncanakan untuk tambahan pengadaan peralatan kesehatan, termasuk alat pelindung diri (APD) petugas dan tenaga medis, biaya sosialisasi dan edukasi, serta kebutuhan darurat lainnya. “Melihat perkembangan situasi dan wabah saat ini, pengadaan peralatan kesehatan sangat penting dan urgen, khususnya untuk paramedis, baik yang ada di rumah sakit maupun di Puskesmas-Puskesmas,” ujar Andree.

Dalam rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19, Bupati Muhammad Thaib kembali mengingatkan seluruh masyarakat Aceh Utara untuk tetap waspada terhadap penularan wabah Covid-19. “Kami sangat mengharapkan masyarakat mematuhi setiap imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah, khususnya imbauan untuk menetap di rumah, tidak bepergian atau tidak berkeliaran, kecuali untuk keperluan sangat mendesak,” tutur Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad.

Bupati juga meminta masyarakat untuk memantau setiap penduduk yang baru pulang dari luar negeri maupun luar daerah. “Jika yang bersangkutan belum melapor kepada geuchik setempat, agar masyarakat memberitahu dan mengajak yang bersangkutan untuk melapor. Hal ini penting dilakukan untuk berjaga-jaga dan mewaspadai penularan wabah Covid-19 ini”.

Selain itu, Bupati mengharapkan adanya kerja sama dan itikad baik dari pihak keluarga ODP maupun PDP, agar memberikan keterangan yang jujur dan sebenarnya kepada paramedis atau petugas. Terutama terkait dengan riwayat perjalanan atau riwayat sakit, jika ODP tersebut dalam kondisi sakit. “Hal ini sangat penting demi kemaslahatan dan keselamatan kita bersama, baik pihak keluarga maupun seluruh masyarakat kita,” ujar Cek Mad.[](rilis/*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.