05 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ketua Fraksi PA Pidie Minta Penutupan Jalan Ditinjau Kembali, Ini Alasannya

...

  • ZAMAH SARI
  • 03 April 2020 10:10 WIB

Anwar Sastra Putra (Bulek). Foto istimewa
Anwar Sastra Putra (Bulek). Foto istimewa

SIGLI - Ketua Fraksi Partai Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Anwar Sastra Putra alias Bulek, menilai penutupan jalan di kota Sigli terkait Coronavirus disease 2019 (Covid-19) sangat meresahkan masyarakat. Dia meminta pemerintah meninjau kembali penutupan jalan. 

"Kita mohon pemerintah untuk mempertimbang kembali masalah pemblokiran jalan. Hal itu mengigat efek dari penutupan jalan sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat," tegas Bulek kepada portalsatu.com, Kamis, 3 April 2020.

Memang, menurut Bulek, langkah diambil pemerintah demi melindungi warga dari penyebaran virus mematikan itu. Namun, pemerintah harus mempertimbangkan juga hal-hal lainnya dalam menjaga rakyat. Jangan berlebihan dalam penerapan sehingga masyarakat trauma dan mengalami kesulitan ekonomi. 

"Tujuan awal pemerintah untuk menyelamatkan warga, hasilnya membuat masyarakat sakit karena beban ekonominya dan rasa takut berlebihan," ujar Bulek.

Bulek mengaku pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat terhadap penutupan jalan di kota Sigli yang membuat mereka terbatas beraktivitas mencari nafkah keluarga. "Banyak masukan dan keluhan masyarakat kami terima sehingga kami berpendapat, pemblokiran jalan kalau bisa ditiadakan saja," kata Bulek yang juga Ketua Askab PSSI Pidie.

Dia menjelaskan, jika jalan ditutup maka berpotensi terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok karena tidak bisa dipasok. "Tentunya akan melonjak harga barang, apalagi menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, dipastikan harga akan tinggi akibat permainan para cukong dagang," ujar Bulek. 

"Kami yakin,  pemerintah tidak akan sanggup melakukan pengontrolan harga barang kebutuhan masyarakat. Dan ini terlihat jelas seperti yang terjadi selama ini, harga sejumlah barang selangit, warga menjerit, tapi pemerintah tidak mampu berbuat banyak," ungkap dia lagi.

Oleh karena itu, Bulek berharap pemerintah jangan lagi menutup jalan, tetapi mengawal ketat warga luar masuk wilayah Pidie. Jika ada warga yang pulang dari daerah lain maupun luar negeri langsung dikarantinakan sesuai waktu yang telah ditetapkan yaitu 14 hari. 

"Tugas pemerintah mendeteksi warga pendatang dan warga yang baru pulang untuk dikarantina karena virus itu dibawa dari luar bukan dari dalam," tutur Bulek.

Bulek menambahkan, berdasarkan berita dilansir media, Presiden Jokowi sudah minta Menteri Dalam Negeri segera menegur kepala daerah yang melakukan penutupan jalan di wilayahnya. Pasalnya, akibat penutupan jalan, distribusi logistik seperti kebutuhan pokok masyarakat pun terganggu.

Pantauan portalsatu.com, hingga Kamis malam, jam malam dan pemblokiran jalan masih berlangsung di kota Sigli,  sehingga suasana malam dalam kota sejak pukul 21:00 WIB seperti kota mati.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.