09 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ketua Komisi V DPRA: Kalau Tak Bisa Dipenuhi APD Kenapa Ditunjuk Sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19

...

  • Fakhrurrazi
  • 29 July 2020 14:00 WIB

M. Rizal Falevi Kirani. Foto: dok. portalsatu.com
M. Rizal Falevi Kirani. Foto: dok. portalsatu.com

BANDA ACEH - Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, mengatakan pihaknya telah mengingatkan bahwa protokol kesehatan harus selalu dijalankan, baik di rumah sakit maupun di tempat umum lainnya. Dia juga telah menyarankan Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan agar perbatasan Aceh – Sumatera Utara diperketat sehingga mobilitas orang dan barang bisa terpantau. 

“Untuk perbatasan sudah kita minta diperketat, tapi tidak dilakukan dan akhirnya sudah terjadi transmisi lokal di beberapa tempat,” kata Falevi Kirani saat diwawancarai portalsatu.com, Rabu, 29 Juli 2020.

Falevi menyampaikan itu menyikapi kasus positif Covid-19 di Aceh yang terus bertambah. Menurut Falevi, semua pihak harus berhati-hati, jangan menganggap enteng virus mematikan itu. Sebab, Covid-19 tidak mengenal profesi, siapa saja bisa terpapar jika tak menjalankan protokol kesehatan. “Apalagi paramedis, jangan sementang kita medis menganggap enteng virus itu,” ujarnya.

Dia menilai masih belum maksimalnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan World Health Organization (WHO) termasuk tenaga medis. "Mungkin ada paramedis waktu penanganan pasien tidak menerapkan protokol kesehatan,” tutur Falevi.

Terkait ketersediaan alat pelindung diri (APD), Falevi menyampaikan, rumah sakit rujukan Covid-19 masih banyak yang kekurangan APD. Selama ini, lanjut Falevi rumah sakit rujukan hanya menerima bantuan APD dari Gugus Tugas Covid-19 pusat. Sementara dari Pemerintah Aceh belum diberikan.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, selama ini petugas medis di rumah sakit rujukan menggunakan APD yang dibuat sendiri dan juga bantuan dari pihak lainnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, politikus PNA ini menyarankan pihak rumah sakit rujukan kabupaten/kota di Aceh agar tidak terlalu berharap dengan bantuan pemerintah provinsi. “Kabupaten/kota yang ada sebagian dana refocusing, dipakai saja untuk membeli APD, atau alat medis lainnya,” tegas Falevi.

“Kalau Pemerintah Aceh tidak mendistribusikan kebutuhan rumah sakit rujukan, kenapa ditunjuk 11 rumah sakit rujukan tersebut, dan jika sudah dipenuhi sampaikan ke publik langsung,” pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.