16 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ketua Tim 1 Relawan Jokowi Wilayah Aceh Gumarni Buka Bersama Wartawan

...

  • PORTALSATU
  • 11 June 2018 21:30 WIB

 Ketua Tim 1 Relawan Jokowi Wilayah Aceh Gumarni,S.H.,M.Si, buka puasa bersama wartawan media siber (media online) di Rumah Makan Sate Apaleh, Gurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin, 11 Juni 2018. @Istimewa
Ketua Tim 1 Relawan Jokowi Wilayah Aceh Gumarni,S.H.,M.Si, buka puasa bersama wartawan media siber (media online) di Rumah Makan Sate Apaleh, Gurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin, 11 Juni 2018. @Istimewa

BIREUEN - Ketua Tim 1 Relawan Jokowi Wilayah Aceh Gumarni,S.H.,M.Si, buka puasa bersama wartawan media siber (media online) di Rumah Makan Sate Apaleh, Gurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin, 11 Juni 2018.

Gumarni mengadakan buka puasa bersama tersebut dalam rangka silaturrahmi dan rasa saling menghormati dengan rombongan pahlawan pena yang kebetulan sama-sama baru pulang di tempat musibah kebakaran, yaitu rumah Bendahara PPWI Bireuen di Gampong Cot Teubee, Kecamatan Gandapura, Bireuen. 

"Silaturrahmi adalah hal yang dibenarkan dalam agama dan mendapat fahala besar, lebih-lebih di bulan yang penuh rahmah ini (bulan suci Ramadhan 1439 H). Dengan silaturrahmi ini kita saling koordinasi dan saling tukar informasi dalam rangka membangun Aceh yang bersih dan bermertabat serta tidak saling menyalahkan di antara sesama tokoh yang telah tampil ke publik," kata Gumarni.

Gumarni mengatakan, menurutnya, seorang tokoh perlu menjaga ucapan dan perbuatan agar pengikutnya tidak salah dalam mencontohkan suri tauladan yang diperankan oleh tokoh tersebut. 

"Gelar tokoh itu adalah pahlawan, maka kalau sudah menjadi tokoh jangan sombong dan jangan mudah menyalahkan orang lain atau dengan kata yang kurang baik terucapkan, seperti: binatang, munafik, kafir, pada orang lain yang kurang sepaham dengannya. Mari kita saling menghargai saling sapa dan saling koordinasi walau pandangan politik dan pemahaman kita berbeda," kata Gumarni.

Menurutnya, beda pandangan, pemahaman, kenyakinan, serta kepercayaan itu sangat wajar dalam dunia politik. Lebih-lebih negara ini demokrasi yang berdasarkan UUD 1945. 

"Masyarakat Aceh mayoritas Islam, tidak ada yang berani mengganggu dan merusak pola budaya orang Aceh yang telah lama terbangun dengan Islam rahmatan lil'alamin, dan Islam tidak mengajarkan permusuhan di antara sesama mukminin," kata Gumarni.

Gumarni mengatakan, silaturrahmi tersebut dihadiri wartawan dari beberapa media online yang berpengaruh di Bireuen serta loyal sebagai wartawan propesional yang tidak memihak kepada siapapun dalam mempublikasikan berita-beritanya. Di antaranya Radar Aceh, The Atjeh Net, Rakyat Aceh, Aceh Monitor, Bongkar News, MNC TV, TVRI,
Kabar Bireuen, Metro Peristiwa, dan Jangka Post.[](adv) 

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.