21 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keuchik Tar Pertanyakan Instruksi Gubernur Terkait BDR

...

  • portalsatu.com
  • 13 July 2020 15:47 WIB

Anggota Komisi III DPRA Mukhtar Daud [Foto: Khairul Anwar]
Anggota Komisi III DPRA Mukhtar Daud [Foto: Khairul Anwar]

Penerapan belajar secara daring tidak efektif, orang tua siswa tidak memiliki fasilitas pendukung yang memadai.

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Mukhtar Daud mempertanyakan Instruksi Gubernur terkait Belajar Dari Rumah (BDR). Pria yang sering disapa Keuchik Tar ini menilai belajar secara mandiri dengan sistem daring tidak tepat. Pasalnya, sejumlah sarana umum, seperti pasar, mal dan tempat keramaian lainnya diizinkan beraktivitas seperti biasa.

"Tempat umum masih beraktivitas, kenapa sekolah dilarang belajar mengajar tatap muka. Kebijakan yang dikeluarkan itu tidak logis," katanya, Senin, 13 Juli 2020.

Untuk pelaksanaan proses belajar dan mengajar tatap muka, seharusnya Pemerintah Aceh menjalankan sesuai dengan protokol Covid-19 yang dianjurkan pemerintah.  

"Kalau ikut protokoler Covid-19, saya yakin pasti aman. Dibandingkan dengan tempat dan sarana umum masih beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.

Keuchik Tar menambahkan, penerapan sistem belajar BDR, baik belajar secara mandiri dan sistem daring, tidak efektif, karena orang tua siswa tidak memiliki fasilitas pendukung yang memadai.

"Tidak semua orang tua siswa itu meliki handphone Android. Kadang ada daerah-daerah jaringan internet lemah. Bagaimana mereka bisa belajar? Selain itu,  seandainya ada lima anak yang sekolah dalam satu keluarga, berarti orang tua harus menyediakan lima handphone, inikan tambah beban lagi. Jadi penerapan BDR itu harus ditinjau ulang," tegasnya.[Khairul Anwar]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.