20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


KH. Ma'ruf Amin Cawapres Jokowi, Siapa Pendamping Prabowo?

...

  • REPUBLIKA
  • 09 August 2018 19:55 WIB

Ilustrasi Jokowi vs Prabowo (Liputan6.com/M.Iqbal)
Ilustrasi Jokowi vs Prabowo (Liputan6.com/M.Iqbal)

JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin, sebagai cawapres yang akan mendampinginya.

Jokowi mengatakan, keputusan dirinya kembali maju setelah mendengar masukan dari ulama, ketua umum parpol, relawan, dan masyarakat luas. "Maka, dengan mengucap bismillah saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden," ujarnya, di Jakarta Pusat, Kamis (9/8), dilansir republika.co.id.

Jokowi melanjutkan, setelah melalui perenungan dan mendengar masukan dan saran dari elemen masyarakat, capres pejawat itu memutuskan jika KH. Ma'ruf Amin dipilih sebagai cawapres.

"Maka, saya memutuskan dan mendapat persetujuan dari parpol, yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden (cawapres) adalah KH. Ma'ruf Amin," ucap Jokowi.

Siapa cawapres Prabowo?

Sementara itu, meski pendaftaran capres dan cawapres tinggal hitungan jam, Prabowo Subianto belum memutuskan pendampingnya pada Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan, koalisi Prabowo masih menunggu keputusan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selain PKS, Partai Gerindra juga menunggu sikap Partai Demokrat terkait kepastian koalisi dan cawapres. 

Menurutnya, PKS akan menyampaikan pengumuman hasil dari sidang majelis syuro malam ini. Ia berharap malam ini koalisi Prabowo bisa mendapatkan kejelasan dan kepastian capres.

“Kalau saya lihat suasana Prabowo senyum banyak, semringah banyak gembira, itu menandakan kepastian," ujar Muzani menjelaskan di kediaman Prabowo di Jakarta, Kamis (9/8).

Muzani berharap, koalisi pengusung Prabowo Subianto tidak hanya beranggotakan tiga partai politik, tetapi empat partai. Apalagi, kata Muzani, masih ada waktu sampai Jumat (10/7) besok pagi untuk memutuskan siapa yang akan bergabung. 

Karena itu, ia mengatakan, ada tenggat atau batasan waktu untuk memberikan kepastian.  “Kami harus menjaga kebersamaan, kita harus menjaga persaudaraan yang sudah dijalin sebagai sebuah kesepakatan, tentu saja ada deadline. Kalau nanti pada waktunya tidak tentu, kita akan mengambil keputusan," kata Muzani. 

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengatakan, Prabowo Subianto mengumumkan cawapres yang menjadi pasangannya, Kamis (9/8) malam. "Insya Allah, Pak Prabowo akan mengumumkan nama cawapres dan mendeklarasikan pasangan capres-cawapres nanti malam. Nama cawapres, sudah satu nama," kata dia di gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Nama cawapres yang akan diumumkan Prabowo kemungkinan besar adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Sejak Kamis pagi, namanya disebut-sebut hanya tinggal satu nama.

Ahmad Riza Patria menjelaskan, dipilihnya nama Sandiaga Uno adalah jalan tengah untuk mengakomodasi partai-partai politik mitra koalisi Partai Gerindra. "Setiap partai politik mitra koalisi mengusulkan kadernya. Kalau Pak Prabowo memilih pasangan dari salah satu parpol, maka parpol lainnya kurang nyaman," katanya.[] Sumber: republika.co.id

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.