26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Lindungi Hak Warga
KIP Sosialisasikan DPTb dan DPK Pemilu 2019

...

  • SUDIRMAN
  • 13 February 2019 22:25 WIB

Foto: Sudirman/portalsatu.com
Foto: Sudirman/portalsatu.com

SUBULUSSALAM - Dalam rangka melindungi hak pilih masyarakat di wilayah Kota Subulussalam, Komisi Independen Pemilihan KIP (KIP) setempat menggelar sosialisasi daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar pemilih khusus (DPK) pemilu 2019 di Aula kantor KIP Kota Subulussalam, Rabu, 13 Februari 2019.

Sosialisasi tersebut dibuka Ketua KIP Asmiadi didampingi tiga komisioner lainnya Sahatta, Shofyodin dan Yahya serta Sekretaris KIP Kota Subulussalam, Asmardin SH MH dihadiri puluhan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh adat.

Sekretaris KIP Asmardin kepada wartawan mengatakan sosialisasi DPTb dan DPK  tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan data pemilih untuk melindungi hak-hak masyarakat agar dapat menyalurkan hak pilih pada pileg dan pilpres mendatang.

Ia mengatakan, pihaknya berkewajiban melindungi hak pilih masyarakat pada pemilu 2019. Oleh karena itu penting bagi KIP Kota Subulussalam  menyampaikan informasi tahapan ini kepada sejumlah tokoh masyarakat, selanjutnya disampaikan kepada warga di kampung-kampung.

"Memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dijaminnya hak pilih masyarakat tentunya harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng partai politik dan organisasi masyarakat lainnya untuk menjelaskan DPTb dan DPK pemilu 2019. Sehingga hal ini diketahui seluruh masyarakat dalam wilayah Kota Subulussalam.

“Tentu tidak semua tercatat dalam DPT. Setiap bulannya tentu ada yang melakukan perekaman KTP elektronik dan lain sebagainya,” ucapnya.

"Maka perlu kita sampaikan masyarakat boleh menggunakan hak pilih menggunakan KTP satu jam sebelum penghitungan surat suara, di tempat ia berdomisili," ujar mantan Kabag Hukum Setdako Subulussalam ini.

Komisoner KIP Shofyodin menambahkan DPK warga yang tidak masuk di DPT dan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) maupun ke-2 (DPTHP-2). 

Ia mencontohkan pemilih pemula yang berusia genap 17 di hari H atau setelah penetapan DPTHP -2 ditutup. Maka mereka masuk kategori DPK, pada saat pencoblosan membawa KTP elektronik untuk menggunakan hak pilih satu jam terakhir.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.